4 Tahun Diajukan, Rumah Warga Linggamanik Ciamis Belum Tersentuh Bantuan Rutilahu
Harapan sebuah keluarga di Dusun Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Harapan sebuah keluarga di Dusun Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga kini belum terwujud, meski pengajuan telah dilakukan sejak empat tahun lalu* Mudah-mudahan ada respon, baik dari pemerintah maupun pihak lain, supaya rumahnya bisa segera diperbaiki. Kasihan
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Harapan sebuah keluarga di Dusun Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (rutilahu) hingga kini belum terwujud, meski pengajuan telah dilakukan sejak empat tahun lalu.
Ketua RT 02, Dusun Linggamanik, Mugni, mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan perbaikan rumah warga tersebut sudah disampaikan ke pemerintah desa sejak awal dirinya menjabat sebagai ketua RT di tahun 2022.
“Sudah pernah diajukan ke desa, sejak saya jadi ketua RT hampir empat tahun, dan pengajuan itu dilakukan sejak awal,” kata Mugni saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga dengan empat jiwa, terdiri dari pasangan suami istri dan dua orang anak.
Sang kepala keluarga bernama Aan (40) sehari-hari bekerja sebagai penjual balon, dengan penghasilan yang tidak menentu.
Baca juga: Alam Kadu di Cipaku Ciamis Tawarkan Sensasi Makan Liwet Dadakan Sambil Nikmati Durian
Sementara istri Aan juga hanya bekerja serabutan, dia bekerja jika ada yang memintanya seperti membersihkan rumput.
“Yang bersangkutan usianya sekitar 40 tahun. Kerjanya jualan balon, kadang ke anak-anak sekolah. Penghasilannya tidak pasti,” ujarnya.
Bahkan, seringkali hasil jualannya tidak mencukupi untuk makan keluarganya sehari-hari.
Untuk bantuan sosial lainnya, keluarga tersebut tercatat masih menerima PKH dan BPNT dari pemerintah.
Namun, Mugni menilai bantuan tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memperbaiki kondisi rumah.
“Kebutuhan sekolah anak juga masih ada. Anak yang kecil masih kelas 4 SD, kadang anaknya juga sampai tidak masuk sekolah karena tidak punya bekal jajan." katanya.
Menurut Mugni, kondisi rumah Aan saat ini sangat memprihatinkan.
Bangunan masih menggunakan material lama, tanpa pondasi yang memadai, dengan bagian rumah berbilik dan rangka kayu yang sudah lapuk.
| Ciamis Waspada Campak: Suspek Muncul, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Terkonfirmasi |
|
|---|
| Tak Ikuti WFH, Disdukcapil Ciamis Pastikan Layanan Adminduk Tetap Tatap Muka |
|
|---|
| Aksi Jumat Bersih di Jembatan Cirahong, Warga dan Pemkab Ciamis Kompak Percantik Ikon Bersejarah |
|
|---|
| Mapolsek Cikatomas Tasikmalaya Digeruduk Warga, Ternyata Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Halal Bihalal dan Deklarasi ODF, Bupati Ciamis Soroti Peran ASN Layani Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/nmeprihatinkanturiliahucmaimsmiss.jpg)