Jumat, 17 April 2026

Kuliner Ciamis

Sarapan Kupat Tahu Ciamis Kuliner Khas yang Hampir Terlupakan

4 Spot Kuliner Sunda Khas Ciamis yang Hampir Terlupakan, Cocok untuk Makan Siang dengan Suasana Memoriable

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Kompas.com
KULINER KHAS CIAMIS - 4 Spot Kuliner Sunda Khas Ciamis yang Hampir Terlupakan, Cocok untuk Makan Siang dengan Suasana Memoriable. (foto: Aneka lauk yang dihdangkan dalam Nasi Liwet Sunda d Dapur Neng Epoy.(Arsip Dapur Neng Epoy) 

Hal ini dikarenakan proses penghidangan yang membutuhkan waktu memasak lama dan bahan segar, sehingga kurang diminati generasi muda yang lebih suka makanan cepat saji, dan membuat banyak warung tradisional terpaksa tutup.

Anda masih bisa mendapatkannya di festival kuliner atau rumah makan keluarga di Ciamis, tapi tidak lagi umum seperti dulu.

Baca juga: Eksplore Kuliner Batagor Bandung di Long Weekend Akhir Pekan Ini, Ada 5 Lokasi

3. Sambal Cibiuk

Ilustrasi sambal hijau cibiuk(Shutterstock/Amallia Eka)
Ilustrasi sambal hijau cibiuk(Shutterstock/Amallia Eka) (Kompas.com)

Lalu ada, sambal mentah yang terbuat dari cabai rawit, bawang merah, tomat, dan garam, sering dijadikan pelengkap nasi liwet atau ayam goreng. 

Nama "cibiuk" berasal dari kata Sunda yang berarti "pedas".

Sambal ini sangat pedas dan tradisional, sehingga kurang populer di kalangan anak muda yang lebih suka sambal kemasan. 

Bahan-bahannya pun semakin sulit didapat di pasar modern.

Sambal ini masih bisa ditemui di rumah makan kecil atau pasar tradisional Ciamis, tapi jarang dijual secara komersial.

4. Kupat Tahu Ciamis

Kupat Tahu Ciamis. (WWW.DOYANKULINER.COM)
Kupat Tahu Ciamis. (WWW.DOYANKULINER.COM) (Kompas.com)

Adapun yang terakhir ada kupat (ketupat) yang disajikan dengan tahu goreng, sayuran seperti kol dan tauge, serta kuah kacang atau sambal. 

Versi Ciamis lebih ini lebih sederhana dan menggunakan bumbu Sunda asli.

Hidangan ini lebih sering dikaitkan dengan daerah lain seperti Bandung, tapi versi khas Ciamis (dengan tambahan ayam atau ikan asin).

Sayangnya, peredarannya semakin langka karena persaingan dengan makanan cepat saji.

Anda bisa medapatkannya di pedagang kaki lima di sekitar alun-alun Ciamis, tapi tidak lagi mudah ditemui.

Kuliner ini merupakan bagian dari warisan budaya Sunda yang perlu dilestarikan. 

(*)

Baca artikel TribunPiangan.com lainnnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved