Sabtu, 25 April 2026

Lapas Ciamis Sulap Dapur Jadi Ruang Harapan, 40 Warga Binaan Ikuti Pelatihan Bakery

Sebanyak 40 warga binaan mengikuti Pelatihan Kemandirian Pembuatan Roti dan Kue hasil kerja sama Lapas Ciamis dengan LPK Gita Pertiwi. 

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Dok. Humas Lapas Ciamis
Suasana di Lapas Ciamis saat beberapa warga binaan mengikuti Pelatihan Kemandirian Pembuatan Roti dan Kue hasil kerja sama Lapas Ciamis dengan LPK Gita Pertiwi. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Suasana berbeda terlihat di Lapas Kelas IIB Ciamis pada Kamis, 25 September 2025.

Aroma adonan roti dan kue menyeruak dari ruang pelatihan, disertai senyum dan semangat para warga binaan yang tengah serius menekuni keterampilan baru.

Sebanyak 40 warga binaan mengikuti Pelatihan Kemandirian Pembuatan Roti dan Kue hasil kerja sama Lapas Ciamis dengan LPK Gita Pertiwi. 

Tidak hanya sekadar belajar memanggang, mereka diajari mulai dari mengenali bahan, mengolah adonan, hingga menghasilkan produk siap saji yang bernilai jual.

Baca juga: Bantuan Tak Kunjung Turun, Rumah Janda Miskin di Ciamis Akhirnya Ambruk

Kepala Lapas Ciamis, Supriyanto, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian penting dari pembinaan.

“Setiap keterampilan yang dipelajari di sini adalah investasi masa depan. Kami ingin warga binaan punya peluang untuk mandiri, bahkan bisa merintis usaha bakery setelah bebas nanti,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Apresiasi juga datang dari pimpinan LPK Gita Pertiwi, Sigit Prayitno, yang menyebut kolaborasi ini sebagai langkah nyata membuka jalan baru bagi para warga binaan.

“Kami senang bisa mendampingi mereka. Dengan keterampilan ini, ada harapan mereka bisa menciptakan usaha sendiri dan berkontribusi dalam ekonomi masyarakat,” katanya.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pendampingan tiga instruktur profesional. Antusiasme peserta tampak jelas, ada yang sibuk menakar bahan, ada yang teliti menguleni adonan, hingga bersama-sama menanti hasil panggangan keluar dari oven.

Lebih dari sekadar keterampilan, pelatihan ini menyimpan harapan. 

Harapan agar roti dan kue bukan hanya jadi hidangan, tapi juga simbol perubahan hidup warga binaan menuju masa depan yang lebih mandiri dan produktif.(*)

 

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved