Ini yang Disiapkan RSUD Ciamis dalam Upaya Mengeliminasi Tuberkulosis 2030
Sejak awal 2023, RSUD Ciamis membuka Poli TB MDR dengan fasilitas lengkap untuk menjawab tantangan kesehatan eliminasi tuberkulosis
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan pusat, RSUD Ciamis kini bertindak sebagai penggerak inovasi layanan kesehatan di daerah.
Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Bayu Yudiawan, rumah sakit rujukan terbesar di Tatar Galuh ini menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan kesehatan prioritas, khususnya eliminasi tuberkulosis (TB) pada 2030.
Sejak awal 2023, RSUD Ciamis membuka Poli TB MDR dengan fasilitas lengkap mulai dari laboratorium PCR, dokter spesialis paru, ruang rawat bertekanan negatif, hingga ruang isolasi terpisah.
Dari 32 kasus TB MDR yang ditangani, sepuluh pasien berhasil dinyatakan sembuh.
Meski begitu, masih ditemukan kasus gagal pengobatan hingga pasien yang hilang dari pengawasan.
“Target eliminasi TB 2030 bukan sekadar jargon. Kami harus memastikan diagnosis lebih cepat, kepatuhan obat terjaga, dan akses layanan semakin luas,” ujar dr. Bayu, Rabu (24/9/2025).
Namun, perjuangan tidak mudah. Regimen pengobatan panjang, efek samping berat, keterbatasan tenaga ahli, dan stigma di masyarakat masih menjadi hambatan nyata.
Baca juga: Transformasi Digital RSUD Ciamis, Obat Kini Bisa Dikirim Langsung ke Rumah Pasien
Baca juga: Tak Ada TPS Khusus, Pasien di RSUD Ciamis Tak Bisa Mencoblos
Belum lagi tantangan pembiayaan pasca-berkurangnya dukungan lembaga internasional.
Menjawab hal itu, RSUD Ciamis menyiapkan beberapa langkah konkret yakni :
1. Penguatan jejaring dengan Puskesmas untuk skrining dan diagnosa dini TB serta stunting.
2. Perluasan layanan TB MDR agar pasien tidak perlu dirujuk jauh.
4. Pengembangan laboratorium dan fasilitas isolasi modern guna mengantisipasi penyakit infeksi emerging.
5. Edukasi dan penghapusan stigma agar masyarakat lebih cepat melakukan pemeriksaan dan tidak takut menjalani pengobatan.
Dr. Bayu menegaskan, transformasi kesehatan harus tumbuh dari daerah.
“Kalau strategi, fasilitas, SDM, dan pendanaan bisa berjalan seimbang, bukan tidak mungkin Ciamis menjadi contoh daerah yang sukses mengakselerasi target Indonesia Sehat 2029 dan Eliminasi TB 2030,” ungkapnya.(*)
| Ciamis Waspada Campak: Suspek Muncul, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Terkonfirmasi |
|
|---|
| Bandung Zoo Ditutup, Kesehatan Semua Satwa Diperiksa Hingga Cek Sampel Darah Macan Tutul dan Gajah |
|
|---|
| Musim Penghujan di Seluruh Priangan, Ini Tips Sehat Selama Musim Hujan dari Kementerian Kesehatan |
|
|---|
| Ambulans Tak Bisa Dipakai, Korban Kecelakaan di Sumedang Terpaksa Sewa Angkot, Kadinkes Minta Maaf |
|
|---|
| Sidokkes Polres Ciamis Siaga di Pos Terpadu Alun-alun, Pemudik Sakit Langsung Ditangani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/RSUD-Ciamis_2409.jpg)