Jumat, 8 Mei 2026

Ini yang Disiapkan RSUD Ciamis dalam Upaya Mengeliminasi Tuberkulosis 2030

Sejak awal 2023, RSUD Ciamis membuka Poli TB MDR dengan fasilitas lengkap untuk menjawab tantangan kesehatan eliminasi tuberkulosis

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Machmud Mubarok
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
ELIMINASI TB - RSUD Ciamis berkomitmen untuk menjawab tantangan kesehatan prioritas, khususnya eliminasi tuberkulosis (TB) pada 2030. Ilustrasi gedung RSUD Ciamis. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan pusat, RSUD Ciamis kini bertindak sebagai penggerak inovasi layanan kesehatan di daerah. 

Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Bayu Yudiawan, rumah sakit rujukan terbesar di Tatar Galuh ini menegaskan komitmennya untuk menjawab tantangan kesehatan prioritas, khususnya eliminasi tuberkulosis (TB) pada 2030.

Sejak awal 2023, RSUD Ciamis membuka Poli TB MDR dengan fasilitas lengkap mulai dari laboratorium PCR, dokter spesialis paru, ruang rawat bertekanan negatif, hingga ruang isolasi terpisah. 

Dari 32 kasus TB MDR yang ditangani, sepuluh pasien berhasil dinyatakan sembuh.

Meski begitu, masih ditemukan kasus gagal pengobatan hingga pasien yang hilang dari pengawasan.

“Target eliminasi TB 2030 bukan sekadar jargon. Kami harus memastikan diagnosis lebih cepat, kepatuhan obat terjaga, dan akses layanan semakin luas,” ujar dr. Bayu, Rabu (24/9/2025).

Namun, perjuangan tidak mudah. Regimen pengobatan panjang, efek samping berat, keterbatasan tenaga ahli, dan stigma di masyarakat masih menjadi hambatan nyata.

Baca juga: Transformasi Digital RSUD Ciamis, Obat Kini Bisa Dikirim Langsung ke Rumah Pasien

Baca juga: Tak Ada TPS Khusus, Pasien di RSUD Ciamis Tak Bisa Mencoblos

Belum lagi tantangan pembiayaan pasca-berkurangnya dukungan lembaga internasional.

Menjawab hal itu, RSUD Ciamis menyiapkan beberapa langkah konkret yakni :

1. Penguatan jejaring dengan Puskesmas untuk skrining dan diagnosa dini TB serta stunting.

2. Perluasan layanan TB MDR agar pasien tidak perlu dirujuk jauh.

4. Pengembangan laboratorium dan fasilitas isolasi modern guna mengantisipasi penyakit infeksi emerging.

5. Edukasi dan penghapusan stigma agar masyarakat lebih cepat melakukan pemeriksaan dan tidak takut menjalani pengobatan.

Dr. Bayu menegaskan, transformasi kesehatan harus tumbuh dari daerah. 

“Kalau strategi, fasilitas, SDM, dan pendanaan bisa berjalan seimbang, bukan tidak mungkin Ciamis menjadi contoh daerah yang sukses mengakselerasi target Indonesia Sehat 2029 dan Eliminasi TB 2030,” ungkapnya.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved