Beras Oplosan

Tips dan Cara Bedakan Beras Asli atau Oplosan

Berikut ini terdapat artikel tentang edukasi Sayangi Keluarga! dengan Cara Bedakan Beras Asli dan Oplosan Sekalipun Premium

Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Kompas.com
CARA BEDAKAN BERAS OPLOSAN - Sayangi Keluarga! Begini Cara Bedakan Beras Asli dan Oplosan Sekalipun Premium. Ilustrasi beras (Kompas.com/shutterstock) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Huru-hara penyebaran ratusan beras oplosan berlebel premium, belakangan ini menjadi topik hangat dikalangan masyarakat.

Pasalnya, merek-merek yang terindikasi tersebut banyak menjadi incaran para ibu rumah tangga sebagai kebutuhan pangan sehari-hari untuk keluarga.

Hal ini, bukan saja dapat merusak tatanan pangan nasional, tapi juga menambah peluang besar berbagai penyakit yang mengintai kesehatan keluarga, jika tidak diatasi.

Untuk itu, masyarakat perlu dengan tegas dan jeli melihat perbedaan saat memilih bahan pangan terutama kebutuhan pokok keluarga di rumah.

Berikut ini terdapat beberapa tips, yang bisa diikuti, agar terhindar dari produk beras oplosan sekalipun bermerek premium.

Baca juga: Bulog Sebut Belum Ada Kasus Beras Oplosan di Bandung Raya

Cara Bedakan Beras Asli dan Oplosan

Adapun, cara membedakan beras oplosan sejatinya sangat bisa diminimalisir dengan pembelian awal.

Pasalnya, beras dapat dikenali secara kasat mata, dengan tanda paling umum terlihat dari warna beras yang tidak seragam, ukuran butir berbeda, dan nasi terasa lembek setelah dimasak.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan patahan beras menjadi cara untuk membedakan beras oplosan dengan premium. 

Di mana beras premium memiliki lebih banyak beras utuh dibandingkan patahan.

“Jadi pertama, brokennya. Kedua, itu kelihatan utuh. Dia sangat kecil kadar airnya 14 persen,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Baca juga: Daftar Ratusan Merek Beras Sebarkan Produk Oplosan dan Rugikan Negara Rp 100 T, Ini Listnya

Senada, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi juga mengatakan jika alam konteks beras premium dan medium, misalnya, bila patahan beras lebih banyak dengan kadar broken mencapai 25 persen, maka bisa dipastikan beras tersebut merupakan beras medium.

Sedangkan beras premium seharusnya didominasi oleh butir utuh, hanya ada sedikit patahan beras.

Cara lainnya yaitu dengan melihat harga beras. 

Ini dikarenakan, beras premium umumnya berada pada rentang harga Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram. Sedangkan beras medium di kisaran Rp12 ribu per kilogram.

Selain itu, merujuk pada Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras, Bapanas telah merinci parameter yang bisa dijadikan acuan untuk menilai mutu beras.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved