Senin, 27 April 2026

Sah! Putra Gubernur Jabar Nikahi Wakil Bupati Garut Puteri Karlina

Putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Maula Akbar resmi menikahi Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/sidqi al ghifari
RESMI MENIKAH - Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dan Maula Akbar putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi merajut bahtera rumah tangga. Akad nikah dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025). 

Ia juga memohon doa untuk kelancaran dan kebahagiaan hari bersejarahnya. Putri Karlina menuliskan harapannya agar setiap langkah awal membangun rumah tangga senantiasa dilimpahi keberkahan.

Pantauan Tribun pernikahan berjalan khidmat, hanya tamu undangan keluarga yang bisa menyaksikan momen sakral di gedung pendopo yang jadi tempat janji suci mereka.

Resepsi pernikahan dilanjutkan pukul 19.30 hingga 22.30 WIB. Tercatat ada 2.500 tamu undangan yang hadir. 

Mereka bahkan sampai mengantre untuk bisa bersalaman dengan kedua mempelai. Antrean masuk bahkan mengular hingga lapangan alun-alun yang berjarak sekira 100 meter dari panggung resepsi.

Putri Karlina mengaku mengubah konsep pernikahannya dengan Maula Akbar, anak Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Semula, dia merencanakan pernikahan itu akan dilaksanakan secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Namun, rencana itu berubah atas permintaan orang tua dan semangat untuk menjadikan momen bahagianya sebagai ajang berdampak positif bagi masyarakat. Maka, konsep tersebut pun berubah menjadi pesta rakyat yang tetap mengangkat kearifan lokal Garut.

"Tadinya saya dan calon suami mengajukan ke orang tua untuk menikah di KUA saja. Kami ingin menikah sebagai ibadah, tanpa kompleksitas besar. Tapi mungkin karena orang tua merasa masih mampu dan ingin memberikan yang terbaik, akhirnya dipestakan," kata Putri dalam wawancara eksklusif bersama Tribunjabar.id, Minggu (13/7/2025).

Putri mengatakan, kompleksitas pernikahan seorang pejabat, apalagi setelah kontestasi politik bisa berkali lipat dibanding masyarakat biasa. 

Banyak mantan tim kampanye dan simpatisan yang harus diakomodasi. Namun begitu, ia dan keluarga berusaha menyusun acara pernikahan yang tetap memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi warga Garut.

"Kami pastikan produk unggulan Garut digunakan. Misalnya, dekorasi kami dominan menggunakan bambu dari Selaawi. Itu kami kolaborasikan dengan seniman bambu lokal, meski tetap dipandu dekorator utama dari Jakarta," jelas Putri.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved