Refleksi Hari Kartini di Garut, Perempuan Dinilai Semakin Jauh dari Ekologi
Refleksi Hari Kartini di Garut menyoroti meningkatnya jarak antara perempuan dan ekologi, yang salah satunya dipicu oleh distrupsi teknologi
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Refleksi Hari Kartini di Garut menyoroti meningkatnya jarak antara perempuan dan ekologi, yang salah satunya dipicu oleh distrupsi teknologi
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Refleksi Hari Kartini di Garut menyoroti meningkatnya jarak antara perempuan dan ekologi, yang salah satunya dipicu oleh distrupsi teknologi.
Lonjakan penggunaan gawai terjadi di semua lapisan usia, bahkan anak-anak. Ketergantungan ini berdampak pada pola pikir dan perilaku, di mana kebutuhan dan keinginan kerap dibentuk oleh layar.
Fenomena anak usia sekolah dasar yang menangis karena menginginkan produk perawatan diri menjadi gambaran perubahan nilai yang terjadi.
Selain itu, distrupsi teknologi juga memengaruhi relasi sosial dan emosi anak. Kasus perundungan meningkat, sementara peran orang tua perlahan tergantikan oleh gawai.
Hal tersebut disampaikan oleh aktivis perempuan sekaligus tokoh lingkungan Garut Nissa Saadah Wargadipura dalam dialog refleksi Hari Kartini yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan di Farm House, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (21/4/2025).
Ia menjelaskan, dalam sejumlah kasus ekstrem, tekanan emosional yang tidak tersalurkan berujung pada tindakan tragis.
Di sisi lain, etika dasar dalam interaksi sehari-hari juga mulai luntur, seperti kebiasaan sederhana mengetuk pintu atau membangun komunikasi langsung.
"Disrupsi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut emosi. Ketika emosi tidak terkelola dengan baik, dampaknya bisa sangat luas, termasuk pada cara kita memandang kehidupan dan lingkungan," ujarnya.
Persoalan emosi ini berkaitan erat dengan kondisi ekologi yang kian terdegradasi. Kualitas lingkungan berpengaruh langsung pada kualitas hidup, termasuk kesehatan reproduksi.
Pola konsumsi yang tidak sehat, seperti tingginya asupan gula dan makanan instan, turut memperburuk kondisi ini. Akibatnya, generasi muda tumbuh tanpa fondasi gizi yang memadai, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan berpikir dan perkembangan mereka.
Dalam konteks ini, lanjut Nisa, perempuan dipandang memiliki peran sentral. Pilihan antara mengikuti arus disrupsi atau membangun generasi yang kuat sangat bergantung pada kesadaran perempuan.
Gerakan kembali ke 'real food' atau makanan alami menjadi salah satu inti perubahan, sebagai upaya memperbaiki kualitas hidup dari hulu.
"Kemudian ada konsep Kasur, Sumur, Dapur yang sekarang dimaknai ulang secara kontekstual, kasur berkaitan dengan pentingnya istirahat yang cukup, minimal delapan jam, demi menjaga kesehatan fisik dan mental,"
| Hari Kartini di Setda Ciamis, Empat Pegawai Senior Dapat Kejutan Apresiasi di Tengah Apel Pagi |
|
|---|
| 50 Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 Khusus untuk Media Sosial: Perempuan Zaman Now, Powerful Banget! |
|
|---|
| Contoh Teks MC Acara Hari Kartini 2026 di Sekolah, Lengkap dari Pembukaan Hingga Akhir Acara |
|
|---|
| 10 Naskah Pidato Kepala Sekolah Spesial Hari Kartini 2026 di Sekolah yang Menyentuh Hati |
|
|---|
| 30 Ide Lomba-lomba untuk Acara Hari Katini 2026 di Sekolah Hingga Madrasah, Dijamin Seru! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/sidqialghifariririririr.jpg)