Nelayan Pencari Lobster Hilang
Hari Keempat Pencarian Dua Nelayan, Ayah dan Anak Hilang di Perairan Pangandaran, Tim SAR Dibagi Dua
Kedua korban diketahui merupakan ayah dan anak, masing-masing bernama Yadi Atma (54) dan Yogi Mustofa (20) dilaporkan hilang saat mencari lobster
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Memasuki hari keempat, tim SAR gabungan di Kabupaten Pangandaran, masih terus melakukan pencarian terhadap dua orang nelayan yang hilang akibat kecelakaan laut.
Kedua korban diketahui merupakan ayah dan anak, masing-masing bernama Yadi Atma (54) dan Yogi Mustofa (20) sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari udang karang ( lobster) di perairan sekitar kawasan Cagar Alam Pangandaran.
Koordinator Pos SAR Pangandaran, Edwin, mengatakan, upaya pencarian dua nelayan korban laka laut dibagi menjadi dua tim.
"Tim pertama melakukan penyisiran darat di wilayah Cagar Alam, sementara tim kedua melakukan pencarian di laut," ujar Edwin dihubungi Tribun Jabar, Selasa (1/7/2025) siang.
Baca juga: BREAKING NEWS! Dua Nelayan Pencari Lobster di Pangandaran Hilang Dihantam Ombak
Dalam pencarian di laut, tim menggunakan perahu jukung milik SAR Barakuda dan nelayan, serta jet ski milik Basarnas. Selain itu, penyelam dari Pangandaran dive club juga turut membantu pencarian bawah air.
Namun, saat penyisiran di laut tim SAR menghadapi kendala besar dalam proses penyelaman."Karena, visibilitas nol, air sangat keruh. Ini menyulitkan tim penyelam untuk melakukan pencarian secara optimal," katanya.
Karena kondisi itu, tim penyelam dibantu petugas Balawista melakukan pencarian menggunakan metode surfing di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Pencarian Dua Nelayan yang Hilang di Pangandaran Terkendala Cuaca Buruk
Selain air yang keruh, lokasi kejadian juga memiliki medan yang sulit dijangkau karena banyak batu karang dan kondisi gelombang sangat tinggi.
"Jadi, perahu jukung tidak bisa mendekat ke lokasi karena gelombang tinggi dan banyaknya batu karang. Arus laut juga cukup kuat," ucap Edwin.
Jika perahu dipaksakan masuk ke area pinggiran batu karang lokasi TKP, tentu akan berisiko membahayakan keselamatan tim. "Kalau dipaksakan, kita malah ikut celaka," ujarnya.
Baca juga: Keluarga Nelayan yang Hilang Angkat Kedua Tangan Panjatkan Doa di Bibir Pantai Pangandaran
| 7 Hari Diterpa Cuaca Buruk Tak Temukan Nelayan Hilang, Tim SAR Hentikan Pencarian di Pangandaran |
|
|---|
| Update 2 Nelayan Pangandaran Hilang, Satu Ditemukan Dalam Kondisi Tewas |
|
|---|
| Perahu Dihantam Ombak di Pangandaran, Dua Nelayan Belum Ditemukan, Tim Penyelam Baru Temukan Ini |
|
|---|
| Hancur Berkeping-keping, Perahu Nelayan yang Dihantam Ombak Tak Ada yang Bisa Diselamatkan |
|
|---|
| Keluarga Nelayan yang Hilang Angkat Kedua Tangan Panjatkan Doa di Bibir Pantai Pangandaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/PENCARIAN-NELAYAN-HILANG-hari-keempat-pangandaran-1.jpg)