Nelayan Pencari Lobster Hilang
Hancur Berkeping-keping, Perahu Nelayan yang Dihantam Ombak Tak Ada yang Bisa Diselamatkan
Setelah mengalami laka laut di perairan Pangandaran, Jawa Barat, kondisi perahu nelayan hancur berkeping-keping
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Setelah mengalami laka laut di perairan Pangandaran, Jawa Barat, kondisi perahu nelayan hancur berkeping-keping.
Kondisi badan perahu sudah tidak ada yang tersisa. Badan perahu terbagi beberapa bagian akibat dihantam gelombang tinggi saat mesin perahu mati.
Saat mesin perahu mati, gelombang tinggi menghantam dan kemudian membentur bebatuan karang yang berada di pinggir laut.
Kondisi perahu rusak parah, hanya jerigen dan jaring yang tersisa dalam insiden itu. Selain kondisi perahu, dua dari tiga nelayan yang hilang hingga kini belum ditemukan.
Sedangkan satu nelayan berhasil menyelamatkan diri. Kini, tim SAR gabungan pun masih berupaya untuk mencari dua nelayan yang mengalami laka laut saat mencari lobster.
Korpos SAR Pangandaran, Edwin, mengatakan, kondisi perahu sudah tidak ada yang bisa dievakuasi. "Semuanya hancur berkeping-keping," ujar Edwin kepada Tribun di Pangandaran, Selasa (1/7/2025) siang.
Untuk pencarian dua nelayan juga, perahu jukung tidak bisa sampai ke lokasi TKP karena banyak bebatuan karang dan kondisi arus serta gelombang tinggi.
"Jadi, kita tidak bisa mendekat lokasi TKP. Untuk penyisiran di laut, kita juga harus berhati-hati dengan kondisi gelombang tinggi," katanya.
Sebelumnya, sebuah perahu nelayan dihantam ombak besar di perairan Blok Batu Kipas, kawasan cagar alam yang berada di perbatasan Pantai Timur dan Pantai Barat Pangandaran pada Sabtu (28/6/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.
Dalam insiden tersebut, satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Korban selamat diketahui bernama Megi Mustofa (27), warga Dusun Kamurang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
Sementara dua korban yang masih dalam pencarian adalah Yadi Atma (54), ayah Megi, dan Yogi Mustofa (20), adik Megi.
Ketiganya masih satu keluarga dan bekerja sebagai nelayan yang saat itu sedang mencari udang karang atau lobster.(*)
| 7 Hari Diterpa Cuaca Buruk Tak Temukan Nelayan Hilang, Tim SAR Hentikan Pencarian di Pangandaran |
|
|---|
| Update 2 Nelayan Pangandaran Hilang, Satu Ditemukan Dalam Kondisi Tewas |
|
|---|
| Perahu Dihantam Ombak di Pangandaran, Dua Nelayan Belum Ditemukan, Tim Penyelam Baru Temukan Ini |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Dua Nelayan, Ayah dan Anak Hilang di Perairan Pangandaran, Tim SAR Dibagi Dua |
|
|---|
| Keluarga Nelayan yang Hilang Angkat Kedua Tangan Panjatkan Doa di Bibir Pantai Pangandaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/hancurberkepingkeping.jpg)