Kamis, 16 April 2026

Ini Dugaan Penyebab Talang Air Baru Jadi di Pasar Parakanmuncang Sumedang Ambruk

Kepala UPTD Pasar Parakanmuncang, M. Nasir mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
TALANG AMBRUK - Talang atau atap penahan air dengan rangka baja ringan di Pasar Parakanmuncang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, ambruk, Sabtu (28/6/2025) pagi.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Unit Pelaksana Teknis Daerah Pasar (UPTD) Pasar Parakanmuncang telah menelusuri  penyebab ambruknya talang air dengan rangka baja ringan di Pasar Parakanmuncang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/6/2025) pagi. 

Kepala UPTD Pasar Parakanmuncang, M. Nasir mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, peristiwa ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

"Tidak ada korban jiwa. Ada dua lapak pedagang yang tertimpa," kata Nasir kepada Tribunjabar.id.

Baca juga: Talang Baru Rangka Baja Ringan di Pasar Parakanmuncang Ambruk, Pedagang: Pengerjaannya Asal-asalan

Ia mengatakan, robohnya talang tersebut diduga karena rangka baja ringan tak kuat menahan beban atap yang diguyur hujan. 

"Kejadiannya saat diguyur hujan," katanya. 

Ia mengaku telah menginformasi kepada pihak kontraktor proyek terkai kejadian ini. 

"Sudah saya konfirmasi, katanya hari kemarin belum dibuatkan saluran airnya, dikira gak akan hujan, namun hari ini hujan sehingga tidak kuat menampung beban air, dan akhirnya roboh," ucapnya.

Dari video yang diterima TribunJabar.id, terlihat talang yang roboh itu cukup panjang. Talang itu roboh sehingga membuatnya seperti seluncuran. 

Talang itu merupakan proyek yang dikerjakan sebuah CV dengan masa kerja 13 Juni-13 Agustus 2025. Nilai proyek talang air di pasar Parakanmuncang itu sekitar Rp200 juta. 

Dengan nilai demikian besar dan kualitas yang kena hujan sedikit roboh, pedagang merasa kecewa. Mereka berharap pekerjaan dilakukan dengan maksimal dan menggunakan bahan yang juga kuat. 

"Kalau direnovasi oleh Pemkab ya asal-asalan, belum lama sudah roboh. Kalau kontraktornya sudah pergi, dan kejadian ini terjadi lagi, bisa berbahaya bagi pedagang maupun pembeli di pasar ini," kata ANR, salah satu pedagang.

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved