Minggu, 17 Mei 2026

Perang Iran vs Israel

Jika Selat Hormuz Ditutup Iran Saat Perang dengan Israel dan Amerika, Ini Dampaknya Bagi Dunia

ancaman Iran yang akan menutup selat Hormuz, jalur pengiriman minyak terpenting di dunia berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
Tangkapan layar Video
SIKAP IRAN - Pemimpin Iran, Ali Khamenei, muncul di televisi nasional Iran dan menyatakan sikap dengan tegas atas apa yang sudah dilakukan Israel terhadap Iran. 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Konflik perang di Timur Tengah semakin bergejolak usai Amerika Serikat (AS) mengebom tiga fasilitas nuklir Iran yakni Fordow, Natanz, dan Esfahan, pada Sabtu (21/6/2025), malam waktu AS.

Dalam keterangan resminya Donald Trump mengklaim “sejumlah penuh BOM dijatuhkan” di Fordo, salah satu fasilitas yang paling dijaga ketat dan terletak jauh di bawah tanah.

Trump berdalih keterlibatan langsung Amerika Serikat bisa mempercepat penghentian ambisi nuklir Iran.

AS dan sekutu-sekutunya, terutama Israel dan negara-negara Teluk, melihat program nuklir Iran sebagai ancaman langsung.

Jika Iran memiliki senjata nuklir, dominasi militer AS di kawasan bisa terganggu, dan sekutu-sekutu regional bisa terdorong untuk ikut mempersenjatai diri.

"Tujuan kami adalah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor teror nomor satu di dunia," kata Trump, dikutip dari CNN International.

"Malam ini, saya dapat melaporkan kepada dunia bahwa serangan itu merupakan keberhasilan militer yang spektakuler," imbuhnya.

Baca juga: 3 Fasilitas Nuklir Dibom Amerika, Iran Balas Serang Israel, Luncurkan Puluhan Rudal Hancurkan Haifa

Elite Iran Desak Khamenei Siapkan Balasan

Merespons serangan ini, para elite Iran yang merupakan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran mendesak Ayatollah Ali Khamenei untuk mengambil balasan serius terhadap militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

 Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan bahwa giliran Teheran sekarang untuk melancarkan serangan rudal ke kapal Angkatan Laut dan pangkalan militer AS di Timur Tengah yang berlokasi di di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Pangkalan militer AS di negara-negara Teluk itu selama ini menjadi titik penting operasi militer AS di Timur Tengah, termasuk untuk memantau dan menekan program nuklir Iran.

Oleh karena itu, Iran menganggap pangkalan-pangkalan militer AS sebagai sasaran strategis dalam konflik terbuka.

Lebih lanjut, selain menargetkan pangkalan militer AS, elit Iran juga mendesak Khamenei agar segera menutup selat Hormuz yang strategis.

Pernyataan itu disampaikan setelah insiden serangan terhadap fasilitas nuklir Iran baru-baru ini. Meski tidak disebutkan pihak mana yang bertanggung jawab.

“Sekarang giliran kami untuk meluncurkan rudal ke armada AS yang berbasis di Bahrain dan secara bersamaan menutup Selat Hormuz bagi AS, Inggris, Jerman, dan Prancis” ujar Penasehat senior Pemimpin Iran, melansir dari Ynetnews.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved