Hanya Miliki 10 Armada, Pemkab Tasikmalaya Kewalahan Atasi Sampah
Ketika ditanyai adanya penumpukan sampah di jalan raya Singaparna, ia menjelaskan sebenarnya pengangkutan sampah sudah terjadwal
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya masih kekurangan armada pengangkut sampah. Bahkan, jumlah kendaraan belum ideal untuk melayani di 40 Kecamatan.
"Saat ini ada 10 unit untuk melayani 12 kecamatan tapi jumlah armada ini hanya melayani wilayah perkotaan saja. Karena armada terbatas jadi kita ngatur jadwal pengangkutan," ungkap Kepala UPTD Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Tasikmalaya Dadan Rudiana ketika dikonfirmasi wartawan TribunPriangan.com, Senin (16/6/2025).
Ketika ditanyai adanya penumpukan sampah di jalan raya Singaparna, ia menjelaskan sebenarnya pengangkutan sampah sudah terjadwal tapi dibagi dengan wilayah lain.
"Sebetulnya untuk jadwal pengangkutan hari ini, hanya jalurnya saja diatur, contoh singaparna ada beberapa jalur, kebetulan jalur gudang hari Senin," kata Dadan.
Baca juga: DLH Kota Tasikmalaya Mulai Sebar Kontainer Bak Sampah ke Lima Titik, Berikut Lokasinya
Dengan jumlah armada yang terbatas, ia menambahkan belum ideal untuk melayani pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
"Idealnya 40 unit, jadi satu kecamatan satu armada, dan ada armada cadangan, kita kekurangan 31 armada saja," jelasnya.
Namun, ia menegaskan kaitan penambahan armada bukan jadi solusi, tapi hal lain masih ada buat solusi pengangkutan sampah, yakni pembangunan pengolahan sampah mandiri.
"Memang untuk Pemda solusi tepat penambahan armada, tapi jangka panjang pembangunan pengelolaan sampah mandiri, supaya tidak terjadi penumpukan," ungkap Dadan.
Ia menjelaskan, untuk TPS zonasi pun belum memiliki karena masih bermuara ke TPA Nangkalea di Kecamatan Mangunreja.
"Saat ini kita tidak ada TPA Zonasi, karena semua bermuara di tempat pemrosesan TPA Nangkalea," pungkasnya.
Mengenai penanganan sampah liar juga tetap ditangani. Karena jika dibiarkan akan terjadi penumpukan disejumlah titik.
"Sebetulnya kalau yang liar tanggungjawab bersama, tapi pada akhirnya ada perbantuan pengangkutan sampah liar dari kami," tutup Dadan. (*)
| Tenaga Sukwan DLH Kota Tasik Mogok Massal, Sejumlah Sampah Menumpuk dan Bau |
|
|---|
| Kolaborasi Pemkab Tasik dan YBM Brilian, Jembatan Gantung Penghubung Desa Diresmikan |
|
|---|
| Guru PPPK Paruh Waktu di Tasikmalaya 2 Bulan Belum Digaji, Mengadu ke DPRD |
|
|---|
| 2 Bulan Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya Belum Dibayar |
|
|---|
| Detik-detik Kesaksian Korban Melihat Pelaku dengan Santai Siram Air Keras ke Semua Pegawai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kondisi-sampah-di-Kabupaten-Tasikmalaya-1662025-1.jpg)