Selasa, 28 April 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 1446 H: Lebih Maksimal Ibadah dalam 10 Hari Terakhir Ramadan

Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 1446 H: Jangan Sia-Siakan 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dok Tribun Kaltim
NASKAH KHUTBAH JUMAT: Ilustrasi Salat Berjamaah di Masjid. Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 1446 H: Lebih Maksimal Ibadah dalam 10 Hari Terakhir Ramadan. (Dok Tribun Kaltim) 

Namun, yang terjadi di lapangan malah sebaliknya. Justru pada 10 hari terakhir masjid mulai kembali ke keadaan normal, jamaah mulai berkurang. Sebaliknya, tempat perbelanjaan dan pasar-pasar mulai dipenuhi. Padahal pada 10 terakhir inilah terdapat sebuah malam mulia. Barangsiapa yang beribadah pada malam itu, maka ibadahnya lebih mulia daripada ibadah selama seribu bulan. Itulah malam lailatul qadr. 

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Lailatul qadr artinya malam penentuan. Dinamai demikian karena pada malam itulah takdir manusia selama setahun ke depannya ditentukan. Meski takdir manusia telah ditetapkan sejak sebelum dilahirkan ke dunia, akan tetapi Allah memiliki hak untuk merubah takdir itu sesuai dengan ikhtiar hamba-Nya. Allah swt. berfirman;

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya, “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (QS Al-Qadr: 4).

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025 Bertema Menjemput Lailatul Qadar

Penulis kitab Tafsir al-Kabir, Imam Fakhruddin Ar-Razy, menjelaskan terkait tujuan turunnya malaikat ke bumi. Setidaknya ada dua tujuannya; pertama, untuk beribadah dan menyampaikan salam penghormatan kepada manusia; kedua, dan ini yang disepakati oleh ahli tafsir, untuk menentukan takdir manusia pada tahun tersebut.

من أجل كل أمر قدر في تلك السنة من خير أو شر، وفيه إشارة إلى أن نزولهم إنما كان عبادة

Artinya: “(tujuan turunnya malikat) disebabkan suatu hal yang telah ditakdirkan pada tahun tersebut. Berupa kebaikan dan kejelekan. Dan ini memberikan sebuah pengertian, bahwa turunnya para malaikat hanyalah bentuk ibadah.” (Tafsir Mafatih al-Ghaib)Oleh karenya, kita dianjurkan untuk berikhtiar pada malam tersebut dengan cara memperbanyak ibadah dan doa. Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk memperbanyak membaca;

اَلَّلهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau senang memberi ampunan (kepada hamba-hamba-Mu), maka ampunilah aku (atas segala dosaku).”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Demikianlah khutbah singkat ini. Semoga kita semua mendapat kesempatan untuk berjumpa dan meraih keberkahan pada malam lailatul qadar. Amin ya rabbal ‘alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 21 Ramadhan 1446 H/ 21 Maret 2025: Ramadhan Melatih Kejujuran

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ    اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.    عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved