Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 1446 H: Lebih Maksimal Ibadah dalam 10 Hari Terakhir Ramadan
Naskah Khutbah Jumat 28 Ramadhan 1446 H: Jangan Sia-Siakan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TRIBUNPRIANGAN.COM - Ramadan adalah bulan penuh berkah yang memberikan kesempatan besar bagi setiap muslim untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal ibadah, serta memperbaiki diri.
Dalam setiap khutbah Jumat selama bulan Ramadan, para khatib memiliki tanggung jawab besar untuk mengingatkan jemaah tentang pentingnya memanfaatkan bulan suci ini dengan sebaik-baiknya.
Sebagai bulan yang penuh dengan ampunan dan rahmat, Ramadan mengajarkan umat muslim untuk lebih sabar, disiplin, serta lebih peduli terhadap sesama.
Berikut terdapat salah satu tema khutbah Jumat Ramadhan 2025 yang bisa menjadi inspirasi bagi para khatib dan jemaah untuk semakin menguatkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah, dengan judul Lebih Maksimal Ibadah dalam 10 Hari Terakhir Ramadan, dikutip dari NU Online.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْر، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْم
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Ramadhan Penetralisir Noda Jiwa
Maasyiral Muslimin rahimakumullah
Mengawali khutbah Jumat pada hari ini, Khatib ingin berwasiat kepada jamaah sekalian wabilkhushush kepada diri Khatib sendiri untuk senantiasa bertakwa kepada Allah swt. kapanpun dan dimanapun berada. Rasulullah saw. bersabda;
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ)
Artinya: Bertakwalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala di manapun engkau berada. Iringilah kejelekan itu dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya (kejelekan). Dan pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik. (H.R. at-Tirmidzi)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Tak terasa kita sudah memasuki chapter ke-3 dari bulan Ramadhan, yaitu 10 hari terakhir. Jika seluruh hari-hari Ramadhan dipenuhi keberkahan, maka puncak keberkahannya ada di 10 hari terakhir ini. Begitu banyak riwayat yang menyebutkan kemuliaan 10 hari terakhir Ramadhan. Bahkan dalam sebuah hadist, sayyidah ‘Aisyah r.a menceritakan;
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ ، أَحْيَا اللَّيْلَ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ، وَجَدَّ، وَشَدَّ الْمِئْزَرَ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم)
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Manfaatkan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Maknanya: “Adalah Rasulullah apabila sepuluh malam terakhir Ramadhan telah tiba, beliau menghidupkan malam dengan shalat dan berbagai ibadah, membangunkan keluarganya untuk shalat malam dan ibadah-ibadah yang lain, bersungguh-sungguh dalam beribadah melebihi apa yang biasanya dilakukan dan tidak menggauli istri-istrinya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Jika Rasulullah saw. yang notabene nya adalah orang yang dijamin masuk surga dan terjaga dari segala dosa tetap berusaha memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir ini, maka kita sebagai ummatnya jangan sampai melewatinya dengan keadaan biasa-biasa saja. Inilah saatnya kita evaluasi diri sebelum berpisah dengan Ramadhan dan memaksimalkan kembali ibadah kita. Inilah saatnya kita menebus kelalaian ibadah kita pada hari-hari sebelumnya.
Namun, yang terjadi di lapangan malah sebaliknya. Justru pada 10 hari terakhir masjid mulai kembali ke keadaan normal, jamaah mulai berkurang. Sebaliknya, tempat perbelanjaan dan pasar-pasar mulai dipenuhi. Padahal pada 10 terakhir inilah terdapat sebuah malam mulia. Barangsiapa yang beribadah pada malam itu, maka ibadahnya lebih mulia daripada ibadah selama seribu bulan. Itulah malam lailatul qadr.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Lailatul qadr artinya malam penentuan. Dinamai demikian karena pada malam itulah takdir manusia selama setahun ke depannya ditentukan. Meski takdir manusia telah ditetapkan sejak sebelum dilahirkan ke dunia, akan tetapi Allah memiliki hak untuk merubah takdir itu sesuai dengan ikhtiar hamba-Nya. Allah swt. berfirman;
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Artinya, “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.” (QS Al-Qadr: 4).
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025 Bertema Menjemput Lailatul Qadar
Penulis kitab Tafsir al-Kabir, Imam Fakhruddin Ar-Razy, menjelaskan terkait tujuan turunnya malaikat ke bumi. Setidaknya ada dua tujuannya; pertama, untuk beribadah dan menyampaikan salam penghormatan kepada manusia; kedua, dan ini yang disepakati oleh ahli tafsir, untuk menentukan takdir manusia pada tahun tersebut.
من أجل كل أمر قدر في تلك السنة من خير أو شر، وفيه إشارة إلى أن نزولهم إنما كان عبادة
Artinya: “(tujuan turunnya malikat) disebabkan suatu hal yang telah ditakdirkan pada tahun tersebut. Berupa kebaikan dan kejelekan. Dan ini memberikan sebuah pengertian, bahwa turunnya para malaikat hanyalah bentuk ibadah.” (Tafsir Mafatih al-Ghaib)Oleh karenya, kita dianjurkan untuk berikhtiar pada malam tersebut dengan cara memperbanyak ibadah dan doa. Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk memperbanyak membaca;
اَلَّلهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mulia, Engkau senang memberi ampunan (kepada hamba-hamba-Mu), maka ampunilah aku (atas segala dosaku).”
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Demikianlah khutbah singkat ini. Semoga kita semua mendapat kesempatan untuk berjumpa dan meraih keberkahan pada malam lailatul qadar. Amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 21 Ramadhan 1446 H/ 21 Maret 2025: Ramadhan Melatih Kejujuran
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا .. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِوَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
(*)
Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News
Naskah Khutbah Jumat Ramadhan
Naskah Khutbah Jumat Terbaru
Naskah Khutbah Jumat Hari Ini
Naskah Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat
Contoh Teks Khutbah Jumat
khutbah Jumat
| Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025: 5 Ciri Orang yang Beriman dalam Al-Quran |
|
|---|
| Naskah Singkat Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Manfaatkan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025: Hikmah dan Keutamaan Lailatul Qadar |
|
|---|
| Naskah Khutbah Jumat 21 Maret 2025 Bertema Cara Berjumpa Lailatul Qadar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Salat-Berjamaah-di-Masjid.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.