Senin, 11 Mei 2026

Ramadan 2025

Jaga Kenyamanan Mulut dari Sariawan saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, Begini Caranya

Jaga Kenyamanan Mulut dari Sariawan saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, Simak Begini Cara Atasinya

Tayang:
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Kompas.com
ATASI SARIAWAN - Kenyamanan Mulut dari Sariawan saat Berpuasa di Bulan Ramadhan, Simak Begini Cara Atasinya aat PuIlustrasi sariawan, obat sariawan alami. (Shutterstock/C.PIPAT) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Puasa Ramdahan adalah salah satu kewajiban setiap umat muslim yang balig untuk dikerjakan pada bulan khusus tersebut.

Sudah barang tentu tubuh yang fit menjadi salah satu hal yang sangat penting, saat menjalankan rukun iman yang ke tiga tersebut.

Namun tak dapat dihindari, beberapa masalah kesehatan sering menyertai dan snagat menggangu aktivitas selama berpuasa, salah satunya adalah tumbuhnya sariawan didalam mulut.

Sariawan saat puasa menjadi salah satu kondisi yang menyakitkan, apalagi saat ingin menggunakan obat kita jadi takut membatalkan puasa.

Namun satu permasalahan mulut yang kerap timbul saat menjalani ibadah puasa selama satu bulan lamanya adalah sariawan, dan tak jarang bisa muncul di beberapa area sekaligus dalam mulut.

Baca juga: Waktu Buka Puasa dan Imsak 9 Ramadhan 2025 untuk Wilayah Garut, Sumedang, Sumedang, dan Banjar

Sariawan lebih sering timbul saat puasa

Dikutip dari Kompas.com, menurut pakar tanaman herbal dr Abrijanto, puasa sebenarnya bermanfaat untuk tubuh secara keseluruhan.

Namun ada bagian-bagian tubuh tertentu yang mendapatkan konsekuensi, salah satunya adalah mulut.

"Di satu sisi puasa menguntungkan bagi ginjal dan sistem pencernaan karena dibiarkan beristirahat selagi berpuasa. Namun dampaknya mulut lebih mudah sariawan," ujarnya dalam talkshow "Tetap Bugar Saat Berpuasa dengan Obat Herbal" Kamis (10/7/2014) silam, di Jakarta.

Bakteri di mulut meningkat saat puasa

Munculnya sariawan saat berpuasa sebenarnya adalah akibat melonjaknya populasi bakteri di dalam mulut.

Bakteri berkembang biak dengan pesat lantaran mulut tidak mengasup makanan apapun dalam waktu yang relatif lama.

"Saat perut kosong, asam lambung biasanya naik. Pengaruhnya juga bisa dirasakan pada mulut, populasi mikroba dalam mulut meningkat," jelas Abrijanto.

Abrijanto juga menerangkan, mikroba lebih menyukai kondisi mulut yang masam.

Dengan kondisi seperti ini, mereka dapat berkembangbiak dengan cepat, ditambah lagi tidak adanya asupan makanan dan minuman dalam waktu yang relatif lama, serta daya tahan tubuh sedikit mengalami penurunan.

Baca juga: Waktu Buka Puasa dan Imsak 9 Ramadhan 2025 untuk Wilayah Garut, Sumedang, Sumedang, dan Banjar

Lantas bakteri akan lebih mudah memicu peradangan dan timbul lah sariawan?

Dalam kondisi normal, di dalam mulut terdapat sekitar 200 macam mikroba.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved