Ramadhan 2025
Utang Puasa Sudah Lewat 2 Ramadhan, Bagaimana Cara Gantinya? Berikut Penjelasannya
Jika Punya Utang Puasa Sudah Lewat 2 Ramadhan, Bagaimana Cara Gantinya?
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Gelar Aldi Sugiara
TRIBUNPRIANGAN.COM - Beberapa pekan ke depan umat muslim akan segera masuk bulan Ramadhan 1446 H.
Bulan penuh berkah yang pastinya sangat dinanti setiap umat yang menganut ajaran Islam.
Berdasarkan kalender Hijriah yang telah dirilis Kemenag, bulan Ramadan diprediksi jatuh pada Maret 2025.
Umat Muslim diperkirakan bisa memulai puasa pada 1 Maret 2025 yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 H.
Adapun saat ini masih berlangsung bulan Sya'ban.
Baca juga: Benarkah Qodho Puasa yang Terlanjur Lewat Ramadhan akan Dikali Dua saat Diganti? Begini Hukumnya
Sya’ban sendiri merupakan bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan, yakni setelah Rajab dan sebelum Ramadhan.
Bulan tersebut menjadi patokan berakhirnya waktu untuk menqqadha (mengganti) puasa wajib (Ramadhan).
Ketika sudah datang Ramadhan berikutnya, tetapi seseorang masih memiliki tanggungan utang puasa maka yang harus ia lakukan adalah dengan cara berpuasa dan ditambah membayar fidyah sebesar satu mud (kurang lebih tujuh ons bahan makanan pokok seperti beras, untuk setiap satu hari yang ditinggalkan).
Maka dari itu, bagi siapapun yang masih mempunyai hutang puasa, diperintahkan untuk segera melunasinya dengan cara mengqadha puasa atau membayar fidyah, karena puasa Ramadhan wajib untuk dilaksanakan.
Lantas bagaimana dengan mereka yang telah terlewat dua kali Ramadhan namun belum mengganti hutang puasanya, haruskah digandakan sehari menjadi dua hari?
Baca juga: Masih Punya Utang Puasa? Segera Lakukan Qadha Puasa Ramadhan, Berikut Niat dan Tata Caranya
Hukum Mengganti Puasa Menahun
Dalam surat al-Baqarah (2): 184;
أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ.
Artinya: “(yaitu) Dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditingggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [QS. al-Baqarah (2): 184]
Dari ayat tersebut dapat diambil pelajaran bahwa ada beberapa golongan yang mendapat rukhsah (keringanan) untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan, tetapi dibebankan kepada mereka untuk mengganti puasa yang mereka tinggalkan.
Golongan tersebut adalah sebagai berikut:
Ramadhan 2025
Ramadhan 1446 Hijriah
Cara Bayar Hutang Puasa Menahun
Niat Bayar Utang Puasa
Cara Bayar Hutang Puasa
hutang puasa
Qodho Puasa
Qodha Puasa
| Qodho Puasa Ramadhan Paling Bagus Bulan Syaban, Begini Tata Cara Melaksanakannya |
|
|---|
| Segera Bayar Utang Puasa Ramadhan dengan Lakukan Qadha Puasa, Berikut Niat dan Tata Caranya |
|
|---|
| Masih Punya Utang Puasa? Segera Lakukan Qadha Puasa Ramadhan, Berikut Niat dan Tata Caranya |
|
|---|
| Bagaimana Hukum Bayar Utang Puasa Tahun Lalu di Bulan Syaban 1446 Hijriah? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Jangan-Lupa-Bayar-Hutang-Puasa.jpg)