Jelang Ramadhan, Disnakkan Ciamis Gencarkan Vaksinasi Sapi untuk Cegah PMK
Kepala Disnakkan Ciamis, Giyatno, mengungkapkan bahwa program vaksinasi ini sudah dimulai sejak Desember 2024 dan masih terus berlangsung hingga kini
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Menyambut bulan Ramadan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus mempercepat program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan ternak serta menjaga stabilitas pasokan daging sapi di tengah meningkatnya permintaan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Disnakkan Ciamis, Giyatno, mengungkapkan bahwa program vaksinasi ini sudah dimulai sejak Desember 2024 dan masih terus berlangsung hingga sekarang.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi pencegahan agar wabah PMK tidak kembali menyerang sapi di wilayah Ciamis, yang memiliki populasi ternak berkisar antara 4.000 hingga 5.000 ekor.
“Kami ingin memastikan sapi di Ciamis tetap sehat dan bebas dari penyakit, terutama menjelang bulan Ramadan. Permintaan hewan ternak, khususnya sapi potong, biasanya meningkat tajam di periode ini. Sejauh ini, selama program vaksinasi berlangsung, kami belum menemukan adanya kasus PMK di Ciamis," ujar Giyatno, Jumat (7/2/2025).
Baca juga: Cegah Penyebaran PMK Pada Sapi, Disnakan Ciamis Tingkatkan Kewaspadaan
Hingga awal Februari 2025, Disnakkan Ciamis telah memberikan sekitar 900 dosis vaksin kepada sapi yang tersebar di berbagai peternakan.
Proses vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan menyasar ternak milik peternak kecil maupun peternakan skala besar.
Menurut Giyatno, percepatan vaksinasi ini sangat penting untuk mencegah penyebaran PMK yang sempat merebak di beberapa daerah lain di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Ia juga mengingatkan bahwa selain vaksinasi, faktor kebersihan kandang dan pengawasan kesehatan ternak juga berperan besar dalam mencegah penyebaran virus.
"Kami mengimbau peternak untuk selalu menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternaknya yang menunjukkan gejala mencurigakan. Langkah cepat dalam menangani kasus akan membantu mencegah penyebaran penyakit yang lebih luas," tambahnya.
Selain sebagai upaya pencegahan penyakit, percepatan vaksinasi ini juga dilakukan dalam rangka memastikan ketersediaan sapi yang sehat untuk memenuhi kebutuhan pasar selama Ramadan dan Idulfitri.
Dalam periode ini, permintaan daging sapi biasanya mengalami lonjakan signifikan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri makanan.
Disnakkan Ciamis berharap dengan program vaksinasi ini, peternak tidak mengalami kerugian akibat penyakit yang dapat menyebabkan kematian sapi atau penurunan kualitas daging.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus memantau harga dan distribusi daging sapi untuk memastikan pasokan tetap stabil dan harga tidak melonjak tajam.
| Niat Puasa Syawal Mengumpulkan Kembali Amal Setelah Ramadan |
|
|---|
| Kapolres Ciamis Nyanyi Bareng Pemudik di Rest Area, Hibur Pengendara di Tengah Arus Mudik |
|
|---|
| Bakso Enak di Ciamis, Cicipi Enaknya di Libur Lebaran 2026 |
|
|---|
| Kolam Renang Seru dan Asyik di Ciamis, Bisa Jadi Tempat Habiskan Libur Lebaran |
|
|---|
| Ingin Puasa Syawal Setelah Lebaran Tapi Ada Hutang di Ramadan, Mana yang Lebih Utama Dikerjakan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Cegah-Penyebaran-PMK-pada-Sapi-Disnakan-Ciamis-Tingkatka.jpg)