Gas Elipiji 3 Kg

Gas LPG 3 Kg Sulit Dicari, Warga Kota Tasikmalaya Mengeluh Harus Antre di Pangkalan Elpiji 

Pantauan wartawan TribunPriangan.com, terlihat sejumlah warga dan pengecer nampak mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram di pangkalan.

|
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Jaenal Abidin
ANTRE GAS LPG - Sejumlah warga mengantre di salah satu pangkalan elpiji di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (3/2/2025). Beberapa warga mengaku kondisi ini menjadi menyusahkan, karena beli di pangkalan harus antre dan jaraknya lebih jauh. 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Dampak kebijakan tidak melayani penjualan kepada pengecer, sebagian warga Kota Tasikmalaya mulai kesulitan mencari gas melon ukuran 3 kilogram. Hal ini terlihat antrean di salah satu pangkalan Jalan Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Senin (3/2/2025).

Pantauan wartawan TribunPriangan.com, terlihat sejumlah warga dan pengecer nampak mengantre untuk membeli gas elpiji 3 kilogram di pangkalan.

Bahkan, saat mobil pembawa gas elpiji ukuran 3 kilogram pun langsung diserbu pembeli. Hanya dalam waktu kurang 30 menit ludes terjual.

Musababnya, Per 1 Februari 2025, kembali mengeluarkan kebijakan baru mengenai penyaluran subsidi masyarakat.

Pasalnya dalam kebijakan terbaru ini, pihak Pertamina sudah tidak lagi melayani pengecer dalam distribusi gas melon tersebut.

"Tentu bagi pengecer ke masyarakat membingungkan, jadi seolah-olah malah lebih memperberat, sementara pangkalan bisa nyasar ke kampung dan desa-desa," ungkap salah satu pengecer Wawan (47) ketika ditemui wartawan TribunPriangan.com, saat ikut mengantre di salah satu pangkalan gas elpiji 3 kilogram.

Wawan menjelaskan, kondisi ini jangan sampai memperberat ke masyarakat karena harus mencari ke sejumlah pangkalan.

"Masyarakat juga menerima dan saya menjual Rp 18 ribu pun wajar karena buat ganti bensin, masih sangat wajarlah jual segitu," jelasnya.

Sementara warga lain asal Kecamatan Cihideung, Lina (35) mengungkapkan, memang ada selisih harga ketika membeli langsung ke pangkalan ketimbang di pengecer.

"Kalau disini 16 ribu, tapi di eceran 20 ribu, ada selisih dan lebih menguntungkan, soalnya buat jualan olahan makanan rumah," ungkap Lina.

Namun, kondisi ini dirasakan Lina baru sekarang dan harus mencari gas 3 kilogram ke sejumlah pangkalan.

"Lumayan susah dan kondisi ini baru sekarang kerasa, karena harus nyari ke pangkalan," katanya. (*)

Baca juga: Cara Beli Gas Elpiji 3 Kg Susuai Aturan Baru, Berikut Cara Mencari Pengkalan Terdekat via Online

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved