5 Tenaga Ahli Jepang Datangi Cianjur, Beri Konsep Minimalisir Risiko Bencana Gempa Hingga 2030
Lima Tenaga Ahli Jepang Datangi Cianjur, Beri Konsep Minimalisir Risiko Bencana Gempa Hingga 2030
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Lima orang Tenaga Ahli dari Japan International Cooperation Asociation (JICA) mendatangi kantor PUPR Cianjur untuk meneliti dan memberikan konsep bangunan tahan gempa, Selasa (14/1/2025).
Tim yang dikomandoi oleh Ryoji Takahashi ini bermaksud melakukan studi gempa bumi tentang rencana upaya dan investasi di Indonesia. Sebelumnya tim ini juga pernah mendatangi kawasan Palu Sulawesi dan Jogjakarta yang juga sempat dilanda gempa bumi.
Tenaga ahli ini bermaksud melakukan perbaikan dengan struktur tahan gempa bumi untuk bangunan publik atau kantor.
Ryoji mengatakan, bahwa kedatangannya untuk menetapkan target dan tindakan prioritas untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi hingga tahun 2030.
Di bidang pengurangan risiko bencana gempa, Japan International Cooperation Agency (JICA) telah memberikan beberapa kerja sama teknis di bidang ini di beberapa daerah di Indonesia seperti, penguatan sistem pengamatan seismik, melakukan penilaian risiko, dan mengembangkan infrastruktur penting seperti bangunan publik tahan gempa bumi.
Namun, di banyak negara berkembang, investasi aktual dalam pengurangan risiko bencana gempa bumi belum cukup berkembang karena masalah administratif, keuangan, dan teknis.
"Mengingat letak geografis Indonesia, terbukti bahwa negara ini sangat rentan terhadap gempa bumi dan tsunami. Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan pembentukan dan implementasi proyek investasi pengurangan risiko bencana khusus untuk mengurangi risiko gempa bumi di masa yang akan datang," ujar Ryoji.
Ryoji mengatakan JICA melalui tenaga ahli Jepang akan melakukan pelingkupan proyek, termasuk pengumpulan dan analisis data sejak tanggal 7 Januari hingga 25 Januari 2025.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar mengatakan, pihaknya mengundang tiga OPD kaitan gempa bumi yakni PUPR, Perkim, dan BPBD.
"Namun untuk perbaikan sarana publik seperti sasaran JICA sepertinya sudah selesai semua, tapi mungkin nanti ada masukan dari BPBD dan Perkim," ujarnya.
Eri mengatakan, istilah yang dikemukakan para ahli adalah Retrofit atau memperbaiki gedung publik yang sudah tidak layak atau nyaris ambruk tanpa membangun dari awal.
"Saya rasa bangunan seperti itu sudah tidak ada lagi," katanya.
Kabid Preservasi Jalan Dinas PUPR Kabupaten Cianjur, Yayan, mengatakan kedatangan tenaga ahli Jepang sebetulnya menindaklanjuti tembusan usulan yang diusulkan oleh Kementerian PUPR terkait bencana gempa di Cianjur Tahun 2022.
"Pada intinya mereka itu menawarkan konsep untuk bangunan yang tahan gempa karena mereka belajar dari negara mereka sendiri Jepang," ujar Yayan.
Yayan mengatakan, seperti diketahui bahwa Jepang adalah negara gempa yang sudah membuat struktur bangunan sudah teruji getaran gempa.
"Mereka mau menerapkan di negara-negara berkembang salah satunya mungkin bisa diterapkan di Kabupaten Cianjur," katanya.
Yayan mengatakan, selain bangunan mereka juga menyampaikan bahwa mereka sudah membuat struktur jembatan dan konstruksi jalan yang tahan gempa bumi.(*)
| Pemkab Tasikmalaya Resmi Tandatangani Perjanjian Pinjaman Daerah dengan PT SMI |
|
|---|
| Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat M1,5 Guncang Bandung Kamis Siang Baru Saja |
|
|---|
| 4 Gempa Bumi Terkini di Jabar Guncang Cimahi Bandung dan Sukabumi Rabu Dini Hari hingga Malam Ini |
|
|---|
| 4 Gempa Bumi Terkini Beruntun di Jawa Barat Guncang Bandung dan Cimahi, Cek Data BMKG |
|
|---|
| Pangandaran Terancam Gempa Megathrust dan Tsunami, BPBD Gelar Mitigasi Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Lima-Tenaga-Ahli-Jepang.jpg)