Kisah Zaki di Pangandaran, Kondisi Perutnya yang Terus Membesar dan Sempat Diejek Temannya
Kata Reni, teman-teman sebayanya itu kerap menyebut Zaki hamil dan Zaki penyakitan, karena watu itu Zaki belum menjalani operasi.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Akibat menderita Hirschsprung Disease, Zaki (10) di Dusun Balater RT 07/03, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ternyata kerap mendapat perlakuan yang tidak semestinya.
Hal itu disampaikan Reni orang tua Zaki di rumahnya, Rabu (8/1/2024) siang. Reni, menyebut, sepulang dari sekolah kadang anaknya menangis karena mengaku dibully teman-temannya.
"Dulu, setiap pulang sekolah SD dan Diniyah Zaki kadang nangis, katanya diejekin perutnya besar," ujar Reni kepada sejumlah wartawan di rumahnya.
Kata Reni, teman-teman sebayanya itu kerap menyebut Zaki hamil dan Zaki penyakitan, karena watu itu Zaki belum menjalani operasi.
Selain itu, Zaki juga sempat mendapatkan kekerasan fisik yang mengakibatkan luka memar di bagian dadanya.
"Itu dulu pernah di tonjokin sama Sejumlah temannya," katanya.
Karena anaknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan, Reni sebagai ibunya merasa sakit hati dan sering menangis melihat kondisi anaknya itu."Ya, saya nelangsa lah, pengen marah tapi gak bisa," ucap Reni.
Kemudian ada lagi yang membuat hati ibunya hancur ketika Zaki menanyakan kondisi perutnya yang kian membesar dan berbeda dengan orang lain.
"Mamah, kenapa Dede (Zaki) perutnya kaya gini? Dede pengen main sama teman-teman tapi enggak ada yang nemenin," ujarnya menirukan ucapan Zaki.
Mendengar kata-kata anaknya, Reni mengaku merasa hidupnya hancur dan hanya bisa pasrah dengan takdirnya. "Ya, mau gimana lagi. Saya pasrah," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Zaki seorang bocah berusia 10 tahun di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat yang diduga menderita penyakit hirschsprung disease.
Zaki yang tinggal di rumah kecil orang tuanya, kondisi perut mungilnya membesar dan harus menjalani operasi.
Namun karena terkendala ekonomi, saat ini Zaki dan orang tuanya hanya bisa pasrah dan mengelus dada.
Ibu Zaki, Reni mengaku kesulitan dalam biaya pengobatan karena kondisi suaminya yang tidak bekerja beberapa bulan ini.
Baca juga: Derita Zaki di Pangandaran: Derita Hirschsprung Disease, Orang Tua Kesulitan Biayai Pengobatan
| 2 Gempa Beruntun Terkini di Jawa Barat 14 Mei 2026 Guncang Pangandaran dan Sukabumi |
|
|---|
| Wisata Baru Pangandaran: Masuk Bukit Nanggerang Masih Gratis, Tawarkan View Samudera Hindia |
|
|---|
| Warga Pamotan Pangandaran Berharap Jalan Provinsi Ditinggikan, Sering Banjir |
|
|---|
| Renovasi SDN 1 Cibenda Dimulai, Balok Kayu Lama di Atap Bangunan Jadi Sorotan |
|
|---|
| 5 Pejabat di Polres Pangandaran Dirotasi, Kapolres Tekankan Profesional dan Adaptasi Wilayah Wisata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-penyakit-hirschsprung-disease.jpg)