Senin, 4 Mei 2026

Perajin di Kota Banjar Sulap Limbah Bambu dan Tempurung Kelapa Hingga Bisa Dikirim ke Jerman

Bahan dasar untuk kerajinan tersebut dibeli sekitar Rp 500 hingga Rp 2000 per pcs, tergantung kondisi tempurung kelapanya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Padna
Saat Yayan Sutisna di Kota Banjar Jawa Barat memperlihatkan hasil kerajinannya 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA BANJAR - Yayan Sutisna (44) di Kota Banjar, Jawa Barat, kelola limbah organik yang memanfaatkan potongan batang bambu dan batok tempurung kelapa.  

Pengelolaan limbah yang melibatkan banyak orang ini tepatnya berlokasi di Industri Rumah Limbah Alam di Dusun Pasirnagara RT 13/03 Desa Cibereum Kecamatan/Kota Banjar.

Yayan, pemilik industri rumah limbah alam ini memulai bisnis dari kerajinan tangan sejak tahun 2013. 

Inovasi bisnis ini muncul berawal ingin memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungannya. 

Limbah-limbah itu diproduksi menjadi gelas bambu, poci tempurung kelapa, gantungan kunci, dan berbagai macam asesoris lainnya.

Karena, bahan baku limbah organik berupa potongan batang bambu dan tempurung kelapa ini cukup banyak ditemukan warga.

"Sehingga, bagaimana kita memanfaatkan bahan baku yang sebelumnya mubah menjadi bernilai ekonomis. Karena rata-rata digunakan untuk kayu bakar," ujar Yayan kepada Tribun Jabar di halaman rumahnya, Minggu (15/12/2024) siang.

Untuk memenuhi pasar, dalam produksi limbah organik tersebut pihaknya melibatkan tiga orang pengrajin. 

"Namun, jika orderan banyak itu melibatkan banyak orang lagi. Mereka, mengerjakan kerajinan itu di rumahnya masing-masing," katanya. 

Sementara untuk bahan baku tempurung kelapa, itu dibeli dari sejumlah warga yang mencari tempurung dari kebun.

"Kadang, ada anak-anak yang pulang sekolah atau waktu libur mencari tempurung kelapa dan menjualnya ke kita," ucap Yayan.

Bahan dasar untuk kerajinan tersebut dibeli sekitar Rp 500 hingga Rp 2000 per pcs, tergantung kondisi tempurung kelapanya.

Kemudian untuk memperoleh bahan baku setengah jadi, Yayan mengaku membeli dari pengrajin lain dengan harga tergantung bentuk dan ukuran. 

Menurutnya, pengolahan kerajinan dari potongan batang bambu dan tempurung kelapa itu dengan menggunakan peralatan yang masih semi modern."Jadi, kita gunakan mesin dan juga tungku api tradisional," ujarnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved