Bobotoh Berduka

Beckham Putra Turut Ucapkan Duka Cita Atas Meninggalnya Bobotoh Persib Bandung di Solo

Pemain Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha turut mengucapkan duka cita atas kabar Bobotoh meninggal dunia saat akan nonton laga PSS vs Persib

Editor: Dedy Herdiana
Dok Tribun Jabar
Gelandang Persib, Beckham Putra Nugraha 

Menurut Bojan, timnya sudah bermain cukup baik, serangan anak asuhnya juga mengenai tiang dua kali, dari serangan timnya cukup bagus.

"Secara pertahanan, ketika gol, kami sedikit lambat dalam bereaksi mengantisipasi bola kedua. Kecuali ini, kami tidak ada kesalahan dan pantas mendapat kemenangan," katanya.

Saat disinggung apakah timnya kelelahan sebab sebelumnya berlaga pada ACL 2, dan apak puas dengan permainannya menghadapi PSS Sleman, Bojan mengatakan, timnya mendominasi.

"Kami mendominasi, menciptakan banyak peluang dan kami bisa mencetak dua gol, dua peluang juga mengenai tiang. Tidak mudah menghadapi Sleman," ujar dia.

Bojan menjelaskan, PSS Sleman, mereka selalu menempatkan sembilan pemain di belakang bola, jadi tidak mudah melawan tim-tim dengan pemain seperti itu.

"Tetapi tentunya kami bisa merasa senang karena keseluruhan kami bermain lebih baik, dari penyerangan dan juga pertahanan. Meski tentu masih bisa lebih baik lagi, tapi saya senang dengan performanya dan tiga poin yang didapat," katanya.

Kimi Persib menjadi tim satu-satunya yang belum terkalahkan, menurut Bojan, hal itu bagus tetapi ini bukan hal terpenting.

"Sebab yang terpenting adalah terus meraih kemenangan, dan juga mendekati posisi dengan Persebaya (yang ada di puncak klasemen sementara)," katanya.

Kini Persib dan Persebaya terpaut 4 poin, Persib memiliki 26 poin dan Persebaya 30 poin, tapi jumlah pertandingan beda satu, Persib baru bertanding di 12 laga dan Persebaya di 13 laga.

"Jika kami bisa terus melanjutkan ini (tak terkalahkan) tentu bagus bagi pemain karena mereka merasa bagus dengan tidak terkalahkan di 12 pertandingan," katanya.

Namun pada akhirnya, kata Bojan, yang terpenting adalah bisa terus melanjutkan kemenangan dan bersaing dengan Persebaya.

"Cepat atau lambat, kami akan kalah, tapi terkadang ini bagus karena memberi para pemain kepercayaan diri," ucapnya.

Sedangkan Pelatih PSS Sleman, Mazola Junior, mengatakan, menghadapi Persib merupakan satu pertandingan berat buat timnya, dengan hasil ini merupakan kekalahan ketiganya.

"Menurut saya dari hasil pertandingan tadi tidak fair, seharusnya kami dapat satu poin di pertandingan. Kami tidak sukses untuk hentikan itu (gol itu)," kata Mazola.

Hal itu kata Mazola, menjadi kelemahan dari timnya,  dan pihaknya punya permasalahan dalam pergantian pemain di lapangan.

"Jadi kami tidak punya pemain di posisi itu yang kita harus ganti itu, sehingga harus improvisasi di posisinya," katanya.

Selain itu kata Mazola, satu pemainnya juga sakit otot kakinya dan harus ditarik keluar tadi, jadi kalau harus melakukan pergantian pemain, timnya belum bisa berada di satu level dan mungkin timnya dihukum (kebobolan) karena itu. Menurutnya, timnya banyak dihukum (lawan) karena pergantian pemain yang tidak sesuai posisi.

"Tapi kalau taktik itu baik dieksekusi di lapangan, Persib punya sedikit kesempatan untuk mencetak gol ke gawang kami di babak pertama. Jadi pemain melakukan keinginan saya dengan taktik di lapangan yang baik," tuturnya.

Mazola mengaku, timnya  tidak dapat keberuntungan karena gol Persib itu kena pemain pelakangnya dan masuk gawang.

"Itu satu hasil itu yang menyakitkan kami karena ya seperti itu bola kena pemain kami dan masuk, itu benar benar tidak baik," ucapnya.

 

Baca berita TribunPriangan.com lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved