Kamis, 30 April 2026

Pilkada Kota Bandung 2024

Daftar Paslon dengan Elektabilitas Tinggi di Pilkada Kota Bandung 2024 Versi Charta Politika

Survei ini merupakan preferensi sosial dan politik di Kota Bandung secara tatap muka interview dengan melibatkan sebanyak 600 responden.

Tayang:
hilman kamaludin/tribun jabar
Daftar Paslon dengan Elektabilitas Tinggi di Pilkada Kota Bandung 2024 Versi Charta Politika 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis hasil survei soal elektabilitas pasangan calon (paslon) yang bertarung di Pilkada Kota Bandung 2024.

Peneliti Charta Politika Indonesia, Ardha Ranadireksa mengatakan, pada survei yang dilakukan pada 10–17 September 2024, pasangan Muhammad Farhan–Erwin mendapatkan elektabilitas tertinggi diikuti oleh Haru Suandharu–Ridwan Dhani Wirianata.

"Sementara pada urutan berikutnya ditempati pasangan Arfi Rafnialdi–Yena Iskandar Masoem dengan elektabilitas berimbang dengan Dandan Riza Wardana–Arif Wijaya," ujar Ardha melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/9/2024).

Dari hasil survei itu, kata dia, elektabilitas pasangan Muhammad Farhan-Erwin mencapai 34.5 persen, Haru Suandharu–Ridwan Dhani Wirianata 26.8 persen, Arfi Rafnialdi–Yena Iskandar Masoem 15.2 persen, dan Dandan Riza Wardana–Arif Wijaya 14.5 persen.

Ardha mengatakan, dilihat dari sisi usia, Muhammad Farhan–Erwin unggul di pemilih pemula dan pemilih muda, sementara Haru Suandharu–Ridwan Dhani Wirianata relatif unggul di pemilih dewasa. Sedangkan Arfi Rafnialdi–Yena Iskandar Masoem cukup berimbang dengan Dandan Riza Wardana–Arif Wijaya.

"Sampai dengan saat ini, Muhammad Farhan–Erwin unggul di segmen pemilih usia 17 sampai 45 tahun. Sementara Haru Suandharu–Ridwan Dhani Wirianata relatif unggul pada pemilih di atas usia 50 tahun," katanya.

Sementara pasangan Arfi Rafnialdi–Yena Iskandar Masoem dan Dandan Riza Wardana–Arif Wijaya cukup berimbang dalam beberapa segmen usia yang ada.

Survei ini merupakan preferensi sosial dan politik di Kota Bandung secara tatap muka atau face to face interview dengan melibatkan sebanyak 600 responden.

Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan toleransi kesalahan margin of error 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Lebih lanjut, survei yang dilakukan juga, kata Ardha, memotret permasalahan-permasalahan di Kota Bandung yang dinilai menjadi prioritas untuk diselesaikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung mendatang.

"Seperti halnya beberapa permasalahan yang ada di kota lain, kemacetan, kebersihan, banjir ataupun kepadatan penduduk, juga dinilai sebagai permasalahan prioritas di Kota Bandung," ucap Ardha.

Selain itu, kata dia, responden juga menilai keberadaan geng motor atau ormas yang meresahkan juga menjadi persoalan yang harus diselesaikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendatang. [*]

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved