Sabtu, 2 Mei 2026

Pilkada Ciamis 2024

Pertanyaan Panelis pada Debat Pilkada Ciamis 2024 Dinilai tak Relevan

Hendra menyoroti salah satu pertanyaan yang dianggap tidak relevan karena membahas kondisi akses internet di sebuah desa di Majalengka.

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Priangan/Ai Sani Nuraini
Panelis menunjukkan sub tema pertanyaan dalam Debat terbuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, Selasa (12/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Debat terbuka pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Selasa (12/11/2024), medapat kritikan dari akademisi.

Hendra Sukarman, seorang akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, yang lebih dikenal dengan sapaan Ebo, mengkritisi panelis debat yang dianggap kurang kompeten dalam menyusun pertanyaan. 

Menurutnya, beberapa pertanyaan yang diajukan kepada paslon Herdiat Sunarya dan Yana D. Putra dianggap tidak relevan dan tidak sesuai dengan konteks daerah Ciamis maupun visi-misi paslon.

Baca juga: Debat Kedua Pilkada Sumedang 2024 Digelar Hari Ini, Berikut Tema dan Link Live Streaming-nya

Hendra menyoroti salah satu pertanyaan panelis yang menurutnya tidak relevan karena membahas kondisi akses internet di sebuah desa di Majalengka.

"Ini bukan Majalengka, ini Ciamis," tegas Hendra, menyayangkan panelis yang seharusnya fokus pada isu-isu lokal Ciamis.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti ketidakakuratan panelis terkait peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Jadwal Debat Kedua Pilkada Kota Tasikmalaya 2024, Akademisi Minta Hal Ini

Salah satu pertanyaan mengenai pengelolaan ASN (Aparatur Sipil Negara) mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, padahal UU tersebut telah digantikan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023.

"Panelis seharusnya mengacu pada visi dan misi paslon, yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kabupaten Ciamis. Bukan justru mengajukan pertanyaan yang sudah tidak relevan,” tambahnya.

Meski demikian, Hendra mengapresiasi kemampuan Herdiat yang tetap tenang dan mampu menjawab semua pertanyaan dengan baik, meskipun beberapa di antaranya dianggap tidak relevan.

Baca juga: Harap Warga Gunakan Hak Pilih di Pilkada 2024, KPU Garut: Menentukan Arah Pembangunan Daerah

Menanggapi kritik tersebut, Ketua KPU Ciamis, Oong Ramdani, menjelaskan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam debat merupakan hasil perumusan tim perumus.

"Panelis merumuskan pertanyaan berdasarkan visi dan misi paslon, jadi semua tetap dalam kerangka visi dan misi yang diajukan paslon," jelas Oong.

Mengenai pertanyaan yang menggunakan dasar hukum yang sudah tidak berlaku, menurut Oong, bahwa hal tersebut murni kesalahan dari tim panelis

"Pertanyaan-pertanyaan yang disusun memang berasal dari tim panelis, dan kami sebagai penyelenggara hanya menyampaikan pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya," imbuhnya.

Sementara calon Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, juga memberikan tanggapan terkait ketidakcocokan pertanyaan panelis

Menurutnya, situasi tersebut merupakan tantangan yang menguji kemampuan dirinya dan tim. 

"Apapun yang ditanyakan, harus kita jawab. Jadi, tidak ada masalah bagi kami," ungkap Herdiat. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved