Sabtu, 25 April 2026

Lutung Liar Resahkan Warga Panawangan Ciamis, Rusak Genting dan Kaca Rumah Warga

Lutung Liar Resahkan Warga Panawangan Ciamis, Rusak Genting dan Kaca Rumah Warga

Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/ai sani nuraini
Masuknya hewan liar yang biasa hidup di hutan cukup meresahkan warga Ciamis. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini


TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Masuknya hewan liar yang biasa hidup di hutan cukup meresahkan warga Ciamis.

Warga Dusun Palasari, Desa Bangunjaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis diresahkan dengan kemunculan kawanan Lutung liar yang datang ke permukimam mereka, Kamis (31/10/2024). 

Bahkan lutung liar tersebut kerap kali merusak beberapa perabotan rumah milik warga hingga yang terparah memecahkan kaca jendela rumah.

Menurut informasi, kawanan Lutung tersebut sering datang pada pagi dan sore hari dan warga pun tidak mengetahui dari mana asal hewan-hewan liar tersebut.

Seorang warga bernama Eti Nuryana mengatakan bahwa rumahnya pernah didatangi gerombolan Lutung

Hal itu tentu membuat Eti dan keluarganya resah, pasalnya hewan tersebut kerap merusak genteng dan kaca rumahnya. 

"Lutung itu perawakannya besar dan bergerombol terus juga galak karena merusak kaca rumah sampai pecah, genteng-genteng rumah, dan pintu," katanya.

Saat kedatangan lutung, Eti juga sempat merekam melalui handphone miliknya, di mana lutung tersebut terlihat meloncat dari pohon ke kaca rumah miliknya. 

Selain Lutung, ternyata Monyet liar juga sering datang ke permukiman warga. 

"Kalau Lutung itu biasanya ada di Situs Pamujaan di Gunung Wereng itu biasanya ada. Tapi kalau monyet kami juga tidak tahu dari mana asalnya," tambahnya.

Eti menyebut, gerombolan monyet dan Lutung itu sering datang ke permukiman warga sudah sekitar 1 bulan yang lalu. 

"Pernah ada yang memburu tapi karena hewan Lutung itu buas dan lincah sehingga susah ditangkapnya," ucapnya.

Eti menambahkan, selain suka merusak perabotan rumah, gerombolan lutung itu juga sering merusak tanaman para petani seperti pisang, singkong dan lain-lain. 

"Akibatnya para petani juga sudah kewalahan karena tanamannya suka dirusak, sehingga mereka sudah tidak mau menanamnya lagi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved