Selasa, 7 April 2026

G30S PKI

Mengapa Soeharto Tidak Diculik saat Peristiwa G30S/PKI?

Berikut Penjelasan Dimana Soeharto Saat Peristiwa G30S/PKI? Sosok Ini Ungkap keberadaan Soeharto Kala Itu

Kompas.com
Mengapa Soeharto Tidak Diculik saat Peristiwa G30S/PKI? 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tepat pada hari ini, 30 September 2024, kerap diperingati sebagai peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

G30S masih menyimpan berbagai misteri seperti latar belakang, siapa saja yang terlibat, dan dalang sebenarnya di balik peristiwa tersebut.

Ada yang meyakini bahwa Presiden Ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, punya peran dalam insiden 57 tahun lalu itu.

Dia diyakini sebagai orang yang berada di balik peristiwa G30S dan pembantaian ratusan ribu orang yang menyusulnya.

Baca juga: Mengulik Sejarah Kelam Pengkhianatan G30S PKI Tahun 1965, Ternyata Begini Kisahnya

Sebab, meskipun Soeharto salah satu jenderal TNI saat itu, dia tidak diculik dan dibunuh oleh PKI seperti jenderal-jenderal lainnya.

Lantas, ke manakah Soeharto saat terjadi peristiwa G30S atau malam penculikan 30 September 1965?

Lalu mengapa Soeharto tidak diculik dan dibunuh PKI?

Kesaksian Kolonel Latief dan keberadaan Soeharto

Tribuners, mengutip dari Kompas.com, terdapat sebuah kesaksian terkait ke manakah Soeharto pada waktu malam penculikan 30 September 1965.

Diketahui Soeharto pada saat itu menjabat Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) atau Pangkostrad berpangkat mayor jenderal.

Soeharto disebut-sebut juga mengetahui akan rencana penculikan sejumlah jenderal yang diyakini sebagai Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta pada Presiden Sukarno.

Baca juga: Mengapa Soeharto Lolos dari Penculikan dan Pembunuhan G30S PKI? Ini Ternyata Alasannya

Hal itu berdasarkan kesaksian salah satu pelaku yaitu bernama Kolonel Abdul Latief dalam persidangan.

Tribuners, dikutip dari buku John Roosa berjudul Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, Latief bersaksi bahwa ia memberi tahu Soeharto soal rencana penculikan sejumlah jenderal.

"Sehari sebelum kejadian itu saya melapor langsung kepada Bapak Mayjen Soeharto, sewaktu beliau berada di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) sedang menunggui putranya yang ketumpahan sup panas. Dengan laporan saya ini, berarti saya mendapat bantuan moril, karena tidak ada reaksi dari beliau," kata Latief.

Baca juga: 7 Keuntungan Kepemimpinan Soeharto Lengkap Biografinya dari Anak Petani Jadi Presiden Indonesia

Isu Dewan Jenderal

Sumber: Kompas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved