Tanam Kokoa dan Jagung di Tasikmalaya, Pangkostrad TNI AD Harap Bermanfaat Bagi Masyarakat
Upaya program ketahanan pangan tersebut sudah dilakukan terlebih dahulu di daerah Ciemas, Sukabumi, dengan komoditi singkong dan jagung.
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Nilai dan hasil dari bisnis yang biasa dilakukan perusahaan-perusahaan pertanian, tambahnya, jika melibatkan pemberdayaan masyarakat selalu gagal.
"Sehingga, perusahaan itu banyak melakukan individual program atau menangani sendirilah secara modern. Tapi itu boleh berhasil secara hasil pangan, hanya saja, masyarakat di sekitarnya masih miskin," tutur Saleh.
Baca juga: Tanam Pohon Endemik Jawa Barat di Cikamuning, ISBI Bandung: Komitmen Angkat Nilai Kasundaan-Ekologi
"Nah, konsep ini yang kami coba perbarui, sehingga pertanian maju, sedang petani dan masyarakatnya juga sejahtera. Maka, tetap, leading sector-nya harus ada penyandang modal," sambungnya.
Saleh juga menungkap, pihaknya yang bekerja dengan PTPN setempat serta investor akan melakukan pendampingan terus.
"Yang penting investor dengan masyarakat berjalan, kebutuhan hariannya terpenuhi, tapi hasil dari bisnisnya belum kami perhitungkan, karena ini baru (dimulai)," terangnya.
"Biasanya, investor itu gagal dalam bidang pertanian apabila di depannya itu sudah dipaksa nyetor duluan, ya bahasanya begitulah kira-kira. Sekarang, hasil ada, bisa mendapatkan profit, baru kita bicara bagaimana bagi-baginya. Nah, kalau rezekinya belum datang, ini sudah ribut. Ini yang tidak boleh, bahasa sederhananya demikianlah," tutur Saleh.
Dengan demikian, tambahnya, pihak Kostrad TNI AD, investor, dan PTPN akan mendampingi program tersebut, tetapi masyarakat ikut terlibat di dalamnya.
"Sehingga nanti, Kelompok Tani (Poktan) di Kampung Gedebong yang terlibat. Ternyata di sini Poktan-nya 1 sampai 2. Di Sukabumi itu sampai 48 Poktan. Di sana iti, dari tidak ada Poktan, bisa jadi ada Poktan. Inilah yang paling penting," tutur Saleh.
"Karena Poktan inilah konsep pemerintah dari Bapak Presiden untuk memberikan fasilitas bantuan melalui Kementerian Pertanian maupun yang lain-lainnya. Jadi begitu konsepnya," tambah dia.
Saleh juga mengungkap, kendati melibatkan masyarakat, namun perlu juga masyarakat tersebut telah siap.
"Jadi harus ada kebersamaan di sini, dan kolaborasi ini harus benar-benar didasari niat yang tulus, semangat, dan disiplin, untuk sama-sama meraih harapan kita semua," pungkasnya. (*)
kokoa
jagung
Kabupaten Tasikmalaya
Pangkostrad TNI AD
Kostrad TNI AD
Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa
Cuaca Hari Ini Kabupaten Tasikmalaya, Langit Berawan dan Turun Hujan Ringan |
![]() |
---|
Sinergi Polres, PKK, dan Petani Kawali Wujudkan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Jagung |
![]() |
---|
3 Rekomendasi Tempat Makan Lotek dan Karedok Terenak di Tasikmalaya yang Tak Bikin Kantong Boncos |
![]() |
---|
Polres Tasikmalaya Lakukan Penyekatan di Perbatasan Tasik-Garut, Cegah Unjukrasa ke Jakarta |
![]() |
---|
Sikapi Penerapan 5 Hari Belajar, DPC FKDT Kabupaten Tasik Minta Pemda Evaluasi Kebijakan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.