Mengintip Data Stunting 2024 di Kota Tasikmalaya dari Bidang Kesmas Dinkes
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya diketahui menggelar rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting pada Senin (5/8/2024) lalu.
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya diketahui menggelar rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting pada Senin (5/8/2024) lalu.
Melalui rapat tersebut, kasus stunting dipastikan mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen pada 6 bulan pertama tahun 2024 ini.
Dilansir TribunPriangan.com dari data milik Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinkes Kota Tasikmalaya, berikut data kasus stunting yang menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah:
Prevalensi atau kelaziman stunting di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat berdasarkan hasil survei dan Sistem elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), menunjukan penurunan angka stunting pada 2015 sampai 2018.
Pada 2015, kasus stunting di Kota Tasikmalaya berada di angka 15,31 persen dan terus menurun sampai 2018 hingga menyentuh angka 10,80 persen.
Sedang pada 2019, angka stunting di Kota Tasikmalaya alami kenaikan sebesar 0,15 persen atau berada di angka 10,95 persen.
Kenaikan ekstrem justru terjadi pada 2020. Sebesar 6,63 persen kasus stunting menekan angka kelaziman dari yang sebelumnya sebesar 10,95 persen, menjadi 17,58 persen.
Untuk sekadar diketahui, kenaikan angka tersebut bersamaan dengan terjadinya pandemi Covid-19 di tingkat internasional, termasuk di Indonesia.
Sedang di Kota Tasikmalaya sendiri, tak hanya pandemi Covid-19 yang menimpanya, Wali Kota Tasikmalaya yang pada saat itu tengah menjabat pun, yakni Budi Budiman, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 23 Oktober 2020.
Penahanan Budi Budiman akibat perkara dugaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 silam.
Meski pada 2020 lalu begitu berat bagi Kota Tasikmalaya—tahun kasus stunting paling tinggi, terjadi pandemi Covid-19, dan wali kotanya ditahan KPK—namun upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya dalam menekan kasus stunting terbilang berhasil.
Pasalnya, angka kasus stunting yang semula di angka 17,58 persen pada 2020 tersebut, terus menurun hingga menyentuh angka 10,75 persen pada 2023 kemarin.
Angka tersebut merupakan angka kasus stunting di Kota Tasikmalaya yang paling kecil selama 10 tahun terakhir atau sejak 2015 silam.
Sayangnya, 6 bulan pertama di tahun 2024 ini, angka stunting di Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan sebesar 1,03 persen hingga menyentuh angka 11,78 persen.
| Gubernur Jabar Minta Bebaskan Lahan Untuk Akses Jalan SMAN 11 Kota Tasikmalaya |
|
|---|
| Pemkot Tasikmalaya Gelar FGD untuk Dengarkan 11 Aspirasi Serikat Buruh |
|
|---|
| Suarakan Hapus Outsourcing dan Upah Murah! Ribuan Buruh Asal Tasikmalaya Menuju Jakarta |
|
|---|
| Wali Kota Tasikmalaya Lepas Ribuan Buruh Untuk Peringati May Day 2026 di Jakarta |
|
|---|
| Temuan Mayat dalam Mobil di Jl HZ Mustofa Gegerkan Tasikmalaya, Identitasnya Ternyata Anggota Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-stunting5324.jpg)