Minggu, 17 Mei 2026

Mengintip Data Stunting 2024 di Kota Tasikmalaya dari Bidang Kesmas Dinkes

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya diketahui menggelar rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting pada Senin (5/8/2024) lalu.

Tayang:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
DOK. Humas Pemkot Banjarmasin
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya diketahui menggelar rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting pada Senin (5/8/2024) lalu. 

Jika dilihat per kecamatan, masih dilansir dari sumber data milik Bidang Kesmas pada Dinkes Kota Tasikmalaya, pada 6 bulan pertama tahun 2023 ini, tercatat kasus stunting paling tinggi terjadi di Kecamatan Indihiang.

Dari total 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya, Kecamatan Indihiang berada di angka 16,79 persen, disusul Kecamatan Kawalu dengan angka 16,35 persen.

Selanjutnya, yakni Kecamatan Cibeureum dengan angka 13,31 persen, kemudian Kecamatan Bungursari dengan angka 12,88 persen, dan Kecamatan Tawang dengan angka 10,90 persen.

Sedang 5 kecamatan lainnya, yakni Kecamatan Tamansari, Purbaratu, Cipedes, Cihideung, dan Mangkubumi, berada di bawah 10,75 persen.

Kasus stunting terkecil pun diketahui terjadi di Kecamatan Mangkubumi dengan angka 7,35 persen.

Dalam rangka menekan angka tersebut, sejumlah upaya pun mulai digencarkan oleh Pemkot Tasikmalaya.

Upaya tersebut dibagi ke dalam 3 golongan, yakni untuk remaja putri, ibu hamil, dan balita.

Bagi remaja putri, akan dilakukan skrining anemia dan konsumsi tablet tambah darah.

Skrining anemia tersebut diketahui berhasil dilakukan di 8 kecamatan dengan capaian rata-rata di atas 90 persen, hanya Kecamatan Tawang dan Cibeureum yang berada di bawah 90 persen.

Sebaliknya, konsumsi tablet penambah darah hanya berhasil dilakukan di 3 kecamatan dengan capaian rata-rata di atas 85 persen, sedang 7 persen lainnya berada di bawah capaian 85 persen.

Sedangkan bagi ibu hamil, akan dilakukan pemeriksaan kehamilan, konsumsi tablet tambah darah, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK).

Untuk ibu hamil yang mengonsumsi tablet tambah darah, data tersebut menunjukan bahwa 8 kecamatan berhasil menembus angka di atas 90 persen, hanya Kecamatan Cibeureum dan Purbaratu yang berada di bawah 90 persen.

Sedangkan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil KEK dengan target 85 persen, Pemkot Tasikmalaya telah berhasil dengan capaian 100 persen di semua kecamatannya.

Lalu, bagi balita sendiri, akan dilakukan pemantauan pertumbuhan, pengupayaan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) bagi bayi di bawah dua tahun (baduta), tata laksana balita dengan masalah gizi, peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi.

Bahkan, pihak Pemkot Tasikmalaya juga akan melakukan edukasi terhadap remaja, ibu hamil, dan keluarga termasuk pemicuan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved