Pengamat Politik Unpad: Elektabilitas Dony Ahmad Munir Sulit Digeser di Pilkada Sumedang
Gulangkep seperti dua sisi mata uang antara nama Dony Ahmad Munir dan nama Kabupaten Sumedang saat ini. Dony-Sumedang tak bisa dipisahkan.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Gulangkep seperti dua sisi mata uang antara nama Dony Ahmad Munir dan nama Kabupaten Sumedang saat ini. Dony-Sumedang tak bisa dipisahkan.
Kondisi ini punya alasan yang panjang dan citra ini dibangun oleh Dony Ahmad Munir dalam waktu yang tidak sebentar. Dony telah menjadi politisi sejak muda dan dia tidak pernah loncat partai. Sejauh ini dia tumbuh dan besar di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Dengan ini, menjelang Pilkada Sumedang 2024, dinilai sulit untuk menggeser elektabilitas Dony Ahmad Munir. Paling tidak, demikianlah yang disampaikan pengamat politik.
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Abdul Basith agak sulit menggeser elektabilitas Dony Ahmad Munir. Sebab, berbagai lembaga survey menyebutkan hasil bahwa Dony tetap yang tertinggi potensi keterpilihannya sebagai Bupati Sumedang.
“Untuk sekarang ini, sulit menggeser nama Dony Ahmad Munir dari posisi teratas," kata Abdul Basith kepada Tribun, Kamis (8/8/2024) melalui sambungan telepon.
Abdul Basith mengungkapkan empat alasan mengapa elektabilitas incumbent Dony Ahmad Munir "pageuh":
1. Merubah Wajah Sumedang
Selama kepemimpinan Dony Ahmad Munir pada 2018-2023, wajah Kabupaten Sumedang bersolek. Kini lebih cantik penampilannya dan unggul dalam banyak hal.
Jika sebelumnya hanya unggul di beberapa bidang, seperti kebudayaan, kini dalam penyelenggaraan pemerinatah pun Kabupaten Sumedang unggul bahkan di tingkat nasional.
“Banyak inovasi yang lahir di masa kepemimpinan Dony ini, dan kita bisa lihat bagaimana kini SPBE (siten pemerintahan berbasis elektronik) Kabupaten Sumedang ada di tingkat pertama secara nasional, sebelumnya belum pernah,” kata Abdul Basith.
Inovasi Dony Ahmad Munir dalam menerapkan digitalisasi dalam sistem pemerintahan bahkan sampai direplikasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain. Dan replikasi itu merupakan pengakuan kemajuan Kabupaten Sumedang.
2. Menyedot Banyak Perhatian
Dony Ahmad Munir dipanggil oleh Presiden RI Joko Widodo untuk membahas keberhasilan Kabupaten Sumedang dalam penanganan stunting dan SPBE. Kemudian Jokowi memerintahkan Dony untuk berkeliling ke kabupaten/kota di Indonesia, membantu pengentasan stunting agar seperti di Sumedang.
Hal ini menjadikan Dony menjadi sosok yang mampu menyedot perhatian banyak pihak untuk memperhitungkan Kabupaten Sumedang. Sebab, ternyata penanganan stunting dengan data berbasis digital bisa dioptimalkan.
Dony Ahmad Munir
elektabilitas
Pilkada
Kabupaten Sumedang
pengamat politik
Partai Persatuan Pembangunan
| Jadwal Buka Puasa, Adzan Magrib 20 Maret 2026 di Sumedang, Garut dan Ciamis |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa 30 Ramadan 1447 H/20 Maret 2026 di Kabupaten Sumedang, Garut dan Ciamis |
|
|---|
| Jadwal Imsak dan Sholat Subuh 30 Ramadan 1447 H/ 2026 di 7 Wilayah Priangan |
|
|---|
| Jadwal Imsak Terakhir 30 Ramadan 1447 H di Sumedang, Garut, Ciamis, Tasik, Banjar dan Pangandaran |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa, Adzan Magrib 19 Maret 2026 di Wilayah Kabupaten Ciamis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gulangkep-seperti-dua-sisi-mata-uang-antara-nama-Dony-Ahmad.jpg)