Sabtu, 11 April 2026

Pengamat Politik Unpad: Elektabilitas Dony Ahmad Munir Sulit Digeser di Pilkada Sumedang

Gulangkep seperti dua sisi mata uang antara nama Dony Ahmad Munir dan nama Kabupaten Sumedang saat ini. Dony-Sumedang tak bisa dipisahkan. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
Gulangkep seperti dua sisi mata uang antara nama Dony Ahmad Munir dan nama Kabupaten Sumedang saat ini. Dony-Sumedang tak bisa dipisahkan.  

Laporan Kontributor TribunPriangan.com, Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Gulangkep seperti dua sisi mata uang antara nama Dony Ahmad Munir dan nama Kabupaten Sumedang saat ini. Dony-Sumedang tak bisa dipisahkan. 

Kondisi ini punya alasan yang panjang dan citra ini dibangun oleh Dony Ahmad Munir dalam waktu yang tidak sebentar. Dony telah menjadi politisi sejak muda dan dia tidak pernah loncat partai. Sejauh ini dia tumbuh dan besar di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Dengan ini, menjelang Pilkada Sumedang 2024, dinilai sulit untuk menggeser elektabilitas Dony Ahmad Munir. Paling tidak, demikianlah yang disampaikan pengamat politik

Pengamat Komunikasi Politik  Universitas Padjajaran (Unpad) Abdul Basith agak sulit menggeser elektabilitas Dony Ahmad Munir. Sebab, berbagai lembaga survey menyebutkan hasil bahwa Dony tetap yang tertinggi potensi keterpilihannya sebagai Bupati Sumedang. 

“Untuk sekarang ini, sulit menggeser nama Dony Ahmad Munir dari posisi teratas," kata Abdul Basith kepada Tribun, Kamis (8/8/2024) melalui sambungan telepon. 

Abdul Basith mengungkapkan empat alasan mengapa elektabilitas incumbent Dony Ahmad Munir "pageuh": 

1. Merubah Wajah Sumedang

Selama kepemimpinan Dony Ahmad Munir pada 2018-2023, wajah Kabupaten Sumedang bersolek. Kini lebih cantik penampilannya dan unggul dalam banyak hal.

Jika sebelumnya hanya unggul di beberapa bidang, seperti kebudayaan, kini dalam penyelenggaraan pemerinatah pun Kabupaten Sumedang unggul bahkan di tingkat nasional. 

“Banyak inovasi yang lahir di masa kepemimpinan Dony ini, dan kita bisa lihat bagaimana kini SPBE (siten pemerintahan berbasis elektronik) Kabupaten Sumedang ada di tingkat pertama secara nasional, sebelumnya belum pernah,” kata Abdul Basith. 

Inovasi Dony Ahmad Munir dalam menerapkan digitalisasi dalam sistem pemerintahan bahkan sampai direplikasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah lain. Dan replikasi itu merupakan pengakuan kemajuan Kabupaten Sumedang

2. Menyedot Banyak Perhatian

Dony Ahmad Munir dipanggil oleh Presiden RI Joko Widodo untuk membahas keberhasilan Kabupaten Sumedang dalam penanganan stunting dan SPBE. Kemudian Jokowi memerintahkan Dony untuk berkeliling ke kabupaten/kota di Indonesia, membantu pengentasan stunting agar seperti di Sumedang.  

Hal ini menjadikan Dony menjadi sosok yang mampu menyedot perhatian banyak pihak untuk memperhitungkan Kabupaten Sumedang. Sebab, ternyata penanganan stunting dengan data berbasis digital bisa dioptimalkan. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved