Lipsus Kampung di Garut Dibakar DI
Kisah Gerombolan dan Tragedi Mencekam Kampung-kampung di Garut Jawa Barat Dibakar DI/TII
tragedi paling terkenal atas kekejian gorombolan terjadi di wilayah Kecamatan Leles dan Kecamatan Limbangan, 10 warga Garut dilaporkan meninggal
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Hal yang sama juga dirasakan oleh Yuningsih (85) warga Desa Maripari, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ia dan suaminya terpaksa harus mengungsi ke wilayah Cianjur demi menghindari gorombolan.
Suaminya saat itu merupakan orang yang pernah bersama-sama berjuang dengan KH Yusuf Tauzziri melawan serangan pasukan Kartosoewirjo di Pesantren Cipari, Kecamatan Pangatikan.
"Kakek dulu mengungsi ke Cianjur bekerja di sana, jadi apa saja, jadi tukang sol sepatu, ibu juga waktu itu ikut mengungsi," ujarnya.
Ningsih menuturkan, wilayah Sukawening dan sekitarnya kerap menjadi sasaran orang-orang gorombolan dalam menjalankan aksinya.
Karena menurutnya, wilayah di Sukawening dan Karang Tengah merupakan wilayah pegunungan yang disebut sebagai tempat persembunyian gerombolan.
Jika dilihat dari letak geografis, wilayah Gunung Beser, Gunung Sadakeling, dan Gunung di Karang Tengah berbatasan dengan wilayah Tasikmalaya.
Wilayah pegunungan tersebut juga dekat dengan Desa Pangwedusan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi tempat Raden Oni ditetapkan sebagai panglima TII.
"Dulu ibu kembali ke Garut tahun 70-an, alhamdulillah sejak saat itu kami bisa punya saudara di Cianjur, sampai sekarang hubungannya tidak pernah putus," ungkap Ningsih.
Upaya penyelesaian Pemberontakan DI/TII kemudian berhasil ditumpas oleh militer Indonesia melalui operasi pagar betis dengan dibantu oleh ulama dan rakyat.
Operasi tersebut berhasil menangkap Kartosoewirjo, beberapa jajaran petinggi dan para pengikutnya. Kemudian pada tanggal 16 Agustus 1962 Kartosoewirjo dijatuhi hukuman mati berdasarkan keputusan Pengadilan Mahkamah Darurat Perang (Mahadper).
Sang imam itu pun kemudian dieksekusi mati di Kepulauan Seribu pada tanggal 5 September 1962, itulah akhir dari Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.
Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News
Liputan Khusus
gerombolan
tragedi mencekam
DI/TII
Garut
Negara Islam Indonesia
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
| Kalender Mei 2026: 13 Hari Bersejarah Apa? Catat Jadwal Libur Sepanjang Bulannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Bansos Pendidikan PIP Mei 2026 Sudah Cair ke Rekening, Cek Sekarang |
|
|---|
| Jadwal SIM Keliling Hari Ini wilayah Sumedang di Area Kantor Kecamatan Cimanggung |
|
|---|
| Adakah Cuti Bersama Akhir Pekan Ini? Cek di SKB 3 Menteri |
|
|---|
| Jumlah Bansos Regional yang Mulai Cair Pekan Ini, Cek dari HP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Gunung-Beser-Markas-DITII.jpg)