Pecandu Narkoba di Tasikmalaya Bisa Rehabilitasi Gratis di BNN, Begini Caranya
Badan Narkotika Nasional (BNN) Tasikmalaya diketahui membuka layanan rehabilitasi gratis bagi para pecandu narkoba yang berada di wilayah Kabupaten
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Tasikmalaya diketahui membuka layanan rehabilitasi gratis bagi para pecandu narkoba yang berada di wilayah Kabupaten-Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dilansir dari Ombudsman Republik Indonesia, BNN sendiri menerima 2 jalur rehabilitasi, yakni secara voluntary (sukarela) dan compulsory (wajib).
Rehabilitasi jalur voluntary dapat ditempuh bagi pecandu narkoba yang melaporkan diri secara sukarela kepada BNN untuk direhab secara gratis.
Sedang rehabilitasi jalur compulsory dilakukan melalui putusan hakim di pengadilan atas kasus penyalahgunaan narkoba.
Kasubag Umum BNN Tasikmalaya, Adi Rustawa mengatakan, pada tahun 2024 ini pihaknya sudah melakukan rehabilitasi terhadap 11 orang.
"11 orang itu dari Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Nah, ada juga 5 voluntary yang kami rehab," ujarnya kepada TribunPriangan.com pada Jumat (28/6/2024).
Sementara pada tahun 2023 lalu, BNN Tasikmalaya telah merehabilitasi sebanyak 56 orang dan 70 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Justru kami senang jika ada orang-orang yang ingin berhenti (dari penyalahgunaan narkoba) dengan sendirinya," terang Adi.
Khusus untuk rehabilitasi jalur voluntary, layanan pendaftaran dibuka mulai Senin sampai Jumat pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.
Pendaftar bisa langsung datang ke kantor BNN Tasikmalaya yang berlokasi di Jalan Gubernur Sewaka, Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Saat mendaftar, lebih baik didampingi pihak keluarga, karena di penerimaan awal harus ada surat persetujuan keluarga, isi identitas, dan surat-surat administrasi lainnya," jelas Adi.
Setelah melakukan pendaftaran, pihak BNN akan melakukan skrining guna menentukan faktor risikonya.
Kemudian, voluntary juga akan melalui proses assessment guna menilai tingkat keparahannya.
"Tingkat keparahannya itu ada ringan, sedang, dan berat ya. Apakah rencana terapinya nanti rawat jalan atau rawat inap di Balai Besar Rehabilitasi Lido di Bogor, nanti hasil assessment yang menentukan," pungkas Adi.(*)
3 Rekomendasi Tempat Makan Lotek dan Karedok Terenak di Tasikmalaya yang Tak Bikin Kantong Boncos |
![]() |
---|
40 Persen Bangunan Sekolah di Sumedang Rusak, Rehabilitasi Butuh Rp 320 Miliar |
![]() |
---|
Satu Plafon Rumah Ambruk di Setiawargi Tamansari Tasikmalaya |
![]() |
---|
Tasikmalaya Peringkat Ketiga Konsumsi Minuman Keras, Viman: Mungkin dari Beberapa Kejadian |
![]() |
---|
Ribuan Botol Miras Hasil Penyitaan Satpol PP Kota Tasikmalaya Dimusnahkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.