Sabtu, 9 Mei 2026

KPID Jawa Barat Bahas Moderasi Beragama di IAILM Suryalaya Tasikmalaya

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  (KPID) Jawa Barat diketahui menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Penyiaran tingkat Jawa Barat di Kampus

Tayang:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/aldi m perdana
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  (KPID) Jawa Barat diketahui menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Penyiaran tingkat Jawa Barat di Kampus Institut 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah  (KPID) Jawa Barat diketahui menggelar seminar dalam rangka memperingati Hari Penyiaran tingkat Jawa Barat di Kampus Institut Agama Islam Latifah Mubarokiyah (IAILM) Suryalaya, Kaupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis (16/5/2024).

Seminar ihwal Moderasi Beragama tersebut diketahui tidak hanya melibatkan peserta mahasiswa, melainkan juga siswa tingkat SMA.

Ketua KPID Provinsi Jawa Barat, Dr Adiyana Slamet mengatakan, bahwa seminar di IAILM Suryalaya itu merupakan lokasi kedua dari rangkaian roadshow peringatan Hari Penyiaran tersebut.

"Kegiatan Roadshow ini masih ada 4 titik lagi yang akan kami laksanakan," ujarnya kepada TribunPriangan.com di lokasi pada Kamis (16/5/2024).

Adiyana juga mengaku bahwa tema Moderasi Beragama merupakan salah satu isu yang dibutuhkan masyarakat, khusunya di Jawa Barat.

"IAILM Suryalaya ini merupakan salah satu lembaga episentrum dan sebagai pusat ajar yang memunculkan bahwa (perbedaan) agama bukan ajang untuk saling menjelekan," jelasnya.

Melalui kegiatan seminar tersebut, tambah Adiyana, merupakan ikhtiar pihaknya dalam rangka Moderasi Beragama, mengingat temuan di lapangan, pihak KPID acap kali menemukan beberapa lembaga penyiaran yang nakal bahkan saling menyerang dengan cara saling membid'ahkan, apalagi yang berbeda agama.

"Bahkan, supaya tidak terjadi hal semacam itu, kami sudah menyebarkan surat edaran terkait porgram siaran keagamaan. Kami menginginkan lembaga penyiaran ini taat kepada regulasi yang ada," ujarnya.

Sehingga lembaga penyiaran yang taat terhadap regulasi, menurut Adiyana akan menjadi bermanfaat terhadap seluruh masyarat, dan tidak hanya bermanfaat bagi kelompok tertentu.

"Saat ini masih ada lembaga penyiaran yang nakal, dalam artian tidak menaati regulasi. Itu berarti lembaga penyiaran tersebut melawan negara. Maka kami sebagai lembaga pengawas akan terus mengawasinya," lengkap dia.

"Tentunya akan kami panggil. Khusunya permasalahan yang strategis, terutama seperti berkaitan dengan moderasi beragama. Maka, akan diminta surat pernyataan sesuai perundang-undangan. Tentunya juga sanksi akan diberikan sesuai dengan regulasi yang ada," lanjut dia.

Sementara itu, Rektor IAILM Suryalaya Dr Asep Salahudin mengucapkan terima kasih kepada KPID Jawa Barat yang telah melaksnakan seminar tersebut di kampusnya.

"Tentu ada 3 elemen yang terlibat dalam pengarusutamaan ini. Memang IAILM Suryalaya selama ini sudah final dalam hal agama dan negara," ucapnya

Asep menyebut, bahwa agama adalah napas negara, sedang negara sebagai oksigen bagi agama.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved