Kamis, 11 Juni 2026

Pemilu 2024

Jika Pemilu 2024 Terbukti Ada Kecurangan, Akademisi: Harus Diulang dan Peserta Didiskualifikasi

Akademisi Dr. Ramadhan Pohan menilai Pemilu 2024 mesti diulang jika terbukti ada kecurangan.

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Akademisi, Dr. Ramadhan Pohan saat ditemui di Universitas Padjadjaran, Kampus Jatinangor, Sumedang, Senin (19/2/2024) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Akademisi Dr. Ramadhan Pohan menilai Pemilu 2024 mesti diulang jika terbukti ada kecurangan.

Selain Pemilu mesti diulang, menurut Ramadhan, kontestan dalam Pemilu juga harus didiskualifikasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Ramadhan Pohan seusai menjalani sidang promosi doktoral di Universitas Padjadjaran, kampus Jatinangor, Sumedang, Senin (19/2/2024).

Baca juga: UPDATE Hasil Penghitungan Suara Pilpres di Jabar, Anies Baswedan Tak Terkalahkan di Kuningan

Dia menulis disertasi mengenai transformasi Anies Baswedan yang semula sebagai akademisi, kini menjadi politisi.

"Dalam konteks ini, pilpres, kalau curang ya harus diulang, dan didiskualifikasi," katanya.

Menurut Ramadhan, bahaya akan mengancam jika masyarakat berbagai lapisan mentoleransi kecurangan itu.

Baca juga: Soal Kecurangan Pemilu 2024, Anies Hanya Sebut Kumpulkan Semua Bukti

"Tapi kalau kita mentolelir kecurangan apa jadinya negeri ini. Kita harus punya kesadaran itu, curang, diskualifikasi," katanya.

Ramadhan Pohan mengatakan, jika pada Pemilu 2024 ini kecurangan dibiarkan, maka pada Pilpres mendatang pun kecurangan akan tetap dibiarkan.

"Kalau jumlanya signifikan, testruktur, masif, ada pihak yang menilainya," katanya.

Adapun judul disertasi Ramadhan Pohan adalah 'Transformasi Identitas Anies Baswedan dari Akademisi ke Politisi (Studi Biografi Dinamika Komunikasi Politik dari Akademisi Menjadi Politisi).

Baca juga: Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Unggul di TPS Koruptor Lapas Sukamiskin Bandung, Eks Ketua MK

Terkait penulisan itu, Ramadhan mengaku awalnya tidak mau karena akan menjadi hal sulit, seiring dengan pencapresan Anies Baswedan, serta untuk tetap mengambil jarak objektif sebagai seorang peneliti.

"Memang awalnya tidak mau, tapi sudah di ujung studi, saya ajukan ke dekan, saya mau ambil soal Anies Bawsedan. Ada yang bilang itu sulit karena Anies mau jadi capres, tapi bismillah dan ternyata sosok Anies masih seperti yang saya kenal dulu di Amerika tahun 1998," katanya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved