Survei Capres

SURVEI Pilpres di Jatim Versi Poltracking Jelang Pencoblosan, Prabowo-Gibran Gerus Ganjar-Mahfud

Hasil survei pilpres 2024 di Jatim versi Poltracking Indonesia jelang pencoblosan, pasangan Prabowo-Gibran menggerus basis suara Ganjar-Mahfud

Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 25 – 31 Januari 2024 di 11 Daerah Pemilihan (Dapil) DPR RI Jawa Timur. 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Hasil survei pilpres 2024 di Jatim versi Poltracking Indonesia jelang pencoblosan, pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menggerus suara Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Dalam publikasi yang diungkap ke publik melalui laman poltracking.com, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR, menyampaikan bahwa survei dilakukan pada 25 – 31 Januari 2024 di 11 Daerah Pemilihan (Dapil) DPR RI Jawa Timur. Jawa Timur adalah provinsi penentu dan terpadat kedua secara DPT.

Menurut Hanta Yuda, lebih dari 31 juta pemilih atau sekitar 15.5 persen pemilih ada di Jawa Timur. Ada faktor lain yang membuat Jawa Timur menjadi menarik, secara kultural Jawa Timur basis Nahdlatul Ulama, salah satu faktor yang selalu diperhitungkan dalam kontestasi Pilpres.

Pada sisi lain, Jawa Timur dianggap provinsi yang sangat kompetitif karena tidak menjadi basis salah satu kandidat, sehingga Jawa Timur potensial menjadi penentu kemenangan Pilpres.

Baca juga: Hasil Survei Paslon Capres-Cawapres dan Parpol di Dapil Jabar X Makin Ketat, Siapa Unggul?

Baca juga: Hasil Survei Capres Jelang Pencoblosan di Dapil Jabar X Ciamis Kuningan Pangandaran Makin Sengit

Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 8000 responden dengan margin of error +/- 1.1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan sampel pada setiap dapil memperhatikan keterwakilan seluruh kecamatan yang ada di dapil tersebut dengan tetap mempertimbangkan proporsi DPT di setiap kabupaten/kota.

Hasil olah data di level provinsi menggunakan agregat 8000 responden tanpa dilakukan pembobotan di kabupaten/kota karena hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil olahan data agregat.

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan teknologi aplikasi digital terhadap responden yang telah terpilih secara acak.

Maksud dan tujuan dari survei ini adalah untuk mengukur peta kekuatan elektoral terkini calon presiden (capres) – calon wakil presiden (cawapres) dan partai politik di Jawa Timur mendekati hari pemilihan.

Temuan pokok dan analisis hasil survei di Jawa Timur ini dapat dijelaskan sebagaimana berikut:

Pertama. Simulasi Surat Suara tiga pasangan Calon Presiden – Wakil Presiden, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka memperoleh elektabilitas (60.1 persen), diikuti pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo – Mahfud MD dengan elektabilitas (17.2 persen) dan pasangan no urut 1 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas (14.9 persen).

Tren elektabilitas calon presiden – wakil presiden di Jawa Timur, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar sempat turun di Juni 2023, dan sedikit mengalami kenaikan di September 2023. Setelah memastikan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies Baswedan, rentang September 2023 ke Januari 2024 tren elektoral relatif stabil dengan sedikit kenaikan (1.3 persen).

Sementara tren pergerakan elektoral Prabowo Subianto di Jawa Timur konsisten mengalami tren kenaikan sejak Juni 2023. Kenaikan signifikan terjadi dari rentang September 2023 ke Januari 2024 (19.5 persen), dimana dalam
rentang tersebut Prabowo Subianto dipastikan berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka.

Sedangkan tren Ganjar Pranowo relatif stabil memimpin sejak Mei 2022 hingga Juni 2023, namun disalip Prabowo Subianto pada September 2023. Setelah September 2023 tren elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami penurunan (21.0 persen) di Januari 2024 meski sudah dipastikan menggandeng Mahfud MD sebagai cawapres.

Kedua. Tren elektabilitas Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka yang naik signifikan, membuat basis pemilih ikut bergeser dibandingkan dengan September 2023. Berdasarkan wilayah Algomerasi – Kultural, wilayah Mataraman yang awalnya menjadi basis Ganjar Pranowo bergeser ke Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Sementara wilayah Pantura dan Arek pada September 2023 menjadi wilayah berimbang antara Ganjar Pranowo
dan Prabowo Subianto, pada Januari 2024 cenderung kepada pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved