Alumni Unpad Diharapkan Berperan Aktif dalam Pembangunan IKN, Dinilai Menjanjikan
IKN sendiri telah ditetapkan melalui UU nomor 21 tahun 2023, sehingga menjadi kewajiban semua pihak dalam mendukung pembangunan IKN.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran mengajak para alumninya untuk berperan aktif membangun dan mengembangkan Ibu Kota Nusantara (IKN).
IKN sendiri telah ditetapkan melalui UU nomor 21 tahun 2023, sehingga menjadi kewajiban semua pihak dalam mendukung pembangunan IKN sebagaimana tertuang dalam UU.
Ketua Umum IKA Unpad, Irawati Hermawan, menyampaikan, 80 persen dana pembangunan IKN dari swasta dan 54 persennya merupakan Public Private Partnership.
Baca juga: Uniknya Kubah Masjid Berbentuk Sorban di IKN Karya Nyoman Nuarta
"Jadi, sangat terbuka luas untuk alumni berinvestasi atau mengembangkan usahanya di IKN,” katanya, Selasa (14/11/2023) di Bandung.
sebagai praktisi hukum, Ira melihat peluang yang ada, terlebih dirinya yang mengkhususkan diri spesialisasi di infrastruktur merasa terpanggil untuk membantu IKN mentransaksikan proyek-proyek infrastruktur melalui skema kerjasama pemerintah dengan badan usaha.
"Dengan pengalaman yang dimiliki satu dekade ini yang sudah berhasil mentransaksikan proyek-proyek infrastrukur dengan total nilai transaksi sekitar sembilan miliar dolar. Mudah-mudahan pengalaman saya ini bisa diaplikasikan untuk kesuksesan pembangunan di IKN yang kebetulan skemanya adalah KPBU yang sering saya kerjakan,” ujarnya.
Baca juga: Ternyata Begini Proses Pengiriman 80 Bilah Garuda Ke IKN, Diawali Upacara Adat Sunda Ngarajah
Melihat peluang yang cukup menjanjikan ini, Ira mengajak para alumni yang tergabung dalam Ika Unpad untuk sama-sama ikut serta membangun IKN.
Dengan anggota yang kini mencapai 300 ribu lebih dan berbagai latar belakang usaha, katanya, maka akan menjadi sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan.
"Memang di IKN pada awalnya banyak perusahaan-perusahaan besar yang sudah mengajukan LOI, tapi nantinya dibutuhkan patner lokal ini suatu potensi. Saya pikir ini potensi luar biasa yang bisa dimanfaatkan oleh alumni terutama yang tergabung dalam Ika Unpad untuk ikut membangun dan berusaha di IKN,” katanya.
Di sisi lain, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, mengajak para calon investor untuk berpartisipasi dalam skema KPBU, khususnya pada sektor pendidikan, smart city, water management, dan waste management.
Baca juga: Para Pemuda Kaltim Sambut Positif Hadirnya IKN, Siap Berkontribusi dalam Pembangunan Berkelanjutan
KPBU di IKN dilengkapi dengan penyederhanaan proses, tambahan fasilitas fiskal, dan kemudahan berinvestasi. Melalui Availability Payment (AP) yang dialokasikan oleh pemerintah, para investor tidak perlu khawatir mengenai jaminan keberlanjutan pendanaan dari proyek yang berlangsung.
"Kami berharap ke depannya akan lebih banyak investor yang bergabung dalam skema KPBU ini,” katanya.
Sedangkan Wakil Ketua Umum KADIN Kordinator Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri, Shinta W Kamdani, lanjut Ira, pembangunan IKN akan dibiayai hanya 20 persen dari pendanaan APBN, sisanya sebesar 80 persen didanai dari non-APBN.
Baca juga: IKN Pindah ke Kaltim, BPBD Siap Lakukan Mitigasi Bencana & Nilai Bencana Non-alam Harus Diwaspadai
"Ini tentu peluang yang banyak dan massif, bagi para investor untuk berkontribusi. Dengan total peluang investasi sebesar Rp 375 triliun. Dari nilai itu, 54 persen investasi akan dilakukan dengan skema public private partnership atau KPBU, tentunya merupakan potensi dan kesempatan yang harus diraih. KADIN akan mendukung dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku usaha dan investor dalam menyukseskan pembangunan IKN," katanya.
Forum KPBU ini diadakan dalam rangka menjembatani potensi investor domestik melalui KADIN dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan pengusaha mancanegara, seperti dari Korea Selatan, Perancis, Tiongkok, Jerman, dan Arab Saudi.
Selain itu, kegiatan ini juga mempertemukan para investor dengan potensi pinjaman bagi badan usaha dari ISDB dan WWF bersama Keuangan Islam Global. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masjid-berbentuk-sorban.jpg)