Rabu, 8 April 2026

Peneliti BRIN Sebut Meteorit yang Melintas di Sumedang Adalah Benda Langit Alami

Ukuran meteorit itu menurutnya lebih dari 20 atau 30 centimeter. Benda langit itu masuk ke permukaan bumi.

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Kolase TribunPriangan.com
Meteor jatuh di Jogja dan Solo (Instagram / @merapi_uncover) 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merespons rekaman video meteroit yang melintas di langit Kabupaten Sumedang, Kamis (14/9/2023) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Berdasarkan rekaman yang viral, BRIN menduga dengan kuat bahwa betul benda langit tersebut adalah meteorit.

Abdul Rachman, Koordinator Stasiun Observasi Nasional Kupang, BRIN mengatakan, dia sudah memerhatikan video itu.

Baca juga: Dony Ahmad Munir Pamitan ke DPRD, Sekda Sumedang Siap Dilantik Jadi Penjabat Bupati

"Kami berdua (dengan astronom Prof. Thomas Djamaluddin) dari Pusat Riset Antariksa menduga bahwa itu meteor dengan ukuran cukup besar," kata Abdul saat dihubungi TribunJabar.id dari Sumedang, Jumat (15/9/2023).

Ukuran meteorit itu menurutnya lebih dari 20 atau 30 centimeter. Benda langit itu masuk ke permukaan bumi.

Dalam video yang beredar, meteorit melintas di Sumedang cukup lama. Menurut Abdul, itu karena ukurannya yang besar.

"Ukurannya besar, maka dia terlihat lama. Biasanya yang kecil itu cepat, segera habis bendanya. Karena dia besar maka leboh lama terbakar di atmospere," kata Abdul.

Baca juga: Wabup Sumedang Sapa Siswa SMAN 2 Cimalaka, Sosialisasi Pemilu Bagian dari Pelajaran PPKN

Menurutnya, meteor itu muncul sekitar 15 menit. Akan tetapi, Abdul terkendala dengan video yang tidak tuntas. Tidak ada video yang merekam secara full.

"Dia mungkin 15 detik ya. Dan kami belum tahu dari mana benda langit itu," katanya.

Namun, benda langit itu dapat dipastikan sebagai benda langit alami, bukan benda langit buatan seperti satelit.

"Itu benda langit alami sebab dari durasi kemunculannya (terlihat), relatif pendek. Jika benda langit buatan, akan lebih lama munculnya,"

"Profesor Thomas juga telah memastikan pada waktu kejadian kemunculan meteor itu tidak ada benda langit buatan yang jatuh," kata Abdul.

Baca juga: 2 Hektare Kebun Bambu di Sukasari Sumedang Dilalap Si Jago Merah

Sebelumnya, ramai di Facebok seseorang merekam meteor di langit Sumedang.

Akun @Muhammad Jaenudin pada grup Facebook STAR (Seputar Tanjungsari Official) juga membagikan pengalaman yang sama.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved