Komisaris Utama KAI Angkat Bicara Soal Oknum Karyawan yang Ditangkap Densus 88
PT Kereta Api Indonesia (KAI) angkat bicara atas penangkapan oleh Densus 88 terhadap Karyawan KAI berinisial ‘DE’ Terduga
Penulis: Nappisah | Editor: ferri amiril
Said Aqil menghimbau, masyarakat benar-benar sepakat, satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, maka benihnya yang harus dihadapi.
"Karena benihnya sebagai pintu masuk yang harus kita tangkal dan menutup ruangnya. Benih itu, di antaranya adalah ‘gerakan salafisme-wahhabisme’," ujar Said Aqil.
Ia menuturkan, gerakan ini merupakan cikal bakal lahirnya radikalisme agama hingga pintu masuknya terorisme.
"Hal ini ditengarai bahwa faham tersebut tergolong sebagai ajaran ekstremisme dan benihnya harus dimusnahkan melalui langkah preventif dengan penguatan kebudayaan," ucapnya.
Said menegaskan, gerakan tersebut mempunyai misi besar, yaitu melaksanakan jihad khilafah islamiyah dan menginginkan Indonesia sebagai negara Islam yang bersyariat.
"Tentu tidak sesuai dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia dalam merajut keberagaman dari segmentasi agama, budaya, ras, suku dan bahasa," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Saidaqilalagidong.jpg)