Selasa, 19 Mei 2026

Komisaris Utama KAI Angkat Bicara Soal Oknum Karyawan yang Ditangkap Densus 88

PT Kereta Api Indonesia (KAI) angkat bicara atas penangkapan oleh Densus 88 terhadap Karyawan KAI berinisial ‘DE’  Terduga

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: ferri amiril
Istimewa
Komisaris Utama PT KAI Said Aqil Siradj 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Nappisah

 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia (KAI) angkat bicara atas penangkapan oleh Densus 88 terhadap Karyawan KAI berinisial ‘DE’  Terduga Teroris di Bekasi

Berikut sikap Dewan Komisaris yang diwakili Komisaris Utama Said Aqil Siroj, mengatakan sebagai salah satu perusahaan BUMN, PT KAI, tidak akan mentoleransi (menyerahkan proses hukum) terhadap salah  satu oknum karyawan; terduga teroris di Bekasi

"Sebagai Komut, saya memastikan bahwa PT KAI dikelola oleh Insan-insan KAI dengan sipirit keagamaan yang toleran, moderat dan mengimplementasi ‘AKHLAK’ sebagai nilai utama perusahaan, sebagai pedoman perilaku (individu) dan bermasyarakat," jelasnya, dalam keterangan resmi yang diterima TribunPriangan.com, Selasa (15/8/2023). 

Secara korporasi PT KAI dikelola oleh tenaga-tenaga profesional, memberi pelayanan terbaik pada masyarakat, budaya safety and security yang terukur, karenanya KAI, salah satu BUMN berkinerja sangat baik. 

"Penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri terhadap ‘oknum karyawan PT KAI’ di Bekasi, memberi pesan serius bahwa kelompok,  paham dan praktik teroris ini nyata dan dekat dengan lingkungan kita," ujarnya. 

 Peringatan keras ini, kata dia, harus dijadikan alarm sekaligus momentum untuk bersih-bersih. 

"Terlebih, infiltrasi atau penyusupan ke berbagai lembaga, ditengarai sudah menjadi strategi kelompok teroris, apakah Jama’ah Islamiyah (JI), Jama’ah Anshoru Daulah (JAD), secara jelas dalam berbagai jejak dan pengungkapan oleh Densus 88, terafiliasi dengan ISIS," imbuhnya. 

Ia menegaskan, PT KAI akan bekerja lebih kuat lagi dengan BNPT, Densus 88 dan menyerahkan proses hukum terhadap karyawan berinsial DE, terduga teroris

"Sebagai upaya untuk menangkal infiltrasi paham teroris, KAI yang telah bekerja sama dengan BNPT sejak 2021 akan memperkuat kembali “Sinergitas Pencegahan Paham Radikal Terorisme” melalui program-program yang edukatif  dan menjangkau seluruh leveling karyawan," katanya. 

Bahwa Informasi tentang terorisme harus diketahui oleh masyarakat. Pasalnya, gerakan terorisme merupakan ancaman kejahatan sistemik yang dilaksanakan secara terstruktur dan terencana. 

"Gerakan terorisme bergulir seiring dengan perkembangan zaman, baik dilakukan oleh individu maupun kelompok teroris dengan cara gerakan secara transparan ataupun senyap," jelasnya. 

Menurutnya, skema kejahatan terorisme saat ini cukup beragam, baik dalam skala gerakan konvensional maupun digital. 

"Pengalaman memimpin PBNU, hampir 11 tahun, diantaranya dalam menangkal radikalisasi beragama (cikal bakal menjadi teroris) maupun membangun diskursus keagamaan dengan lebih moderat dan toleran,  masih relevan untuk saya sampaikan," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved