Launching 2 Program, FPLKP Lepas 100 Lulusan Kursus dari Cianjur ke Luar Negeri
Dalam rangka menyiapkan generasi muda yang terampil dan memiliki keahlian serta daya saing di dunia kerja
Ringkasan Berita:* Dalam rangka menyiapkan generasi muda yang terampil dan memiliki keahlian serta daya saing di dunia kerja, DPC Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Kabupaten Cianjur menggelar launching Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 di Bale Praja Pendopo Cianjur, Sabtu (17/5/2026)
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Dalam rangka menyiapkan generasi muda yang terampil dan memiliki keahlian serta daya saing di dunia kerja, DPC Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Kabupaten Cianjur menggelar launching Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 di Bale Praja Pendopo Cianjur, Sabtu (17/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI Dr. Yaya Sutarya, S.Pd., M.Pd, Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi, Ketua Komisi X DPR RI Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., serta Pimpinan Cabang Bank BJB.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan pelepasan 100 lulusan kursus yang akan bekerja ke luar negeri, sekaligus penandatanganan kerja sama (MoU) antara LKP dan Bank BJB untuk penguatan program PKK dan PKW 2026.
Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi mengatakan, generasi muda saat ini harus memiliki keberanian untuk bergerak dan meningkatkan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Saya selalu mengatakan kepada anak-anak muda, dunia sekarang sangat kompetitif. Kalau kita tidak mau bergerak, tidak mau berimprovisasi dan takut mencoba sesuatu, maka kita hanya akan jadi penonton,” ujar Abi Ramzi.
Ia menegaskan, kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang ataupun kondisi seseorang, melainkan kemauan untuk terus berkembang dan memiliki mimpi besar.
“Sekarang zamannya sudah berubah. Kalau dulu orang berangkat ke luar negeri identik jadi pekerja rumah tangga, sekarang sudah bergeser. Banyak yang bekerja di hotel, kapal pesiar dan sektor profesional lainnya karena mereka sudah dibekali pelatihan,” katanya.
Abi Ramzi juga menyinggung persoalan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Menurutnya, kasus TPPO umumnya terjadi karena masyarakat berangkat melalui jalur tidak resmi.
“Kalau lembaganya resmi dan jalurnya resmi, tentu lebih aman. Sekarang sudah banyak lembaga resmi yang didukung kementerian untuk memberangkatkan pekerja secara legal,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen RI Dr. Yaya Sutarya menjelaskan, pemerintah memiliki dua program prioritas nasional yakni Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Program tersebut ditujukan bagi anak-anak putus sekolah dan masyarakat usia di bawah 25 tahun agar memiliki keterampilan kerja maupun kemampuan berwirausaha.
“Peserta dilatih melalui lembaga kursus dan pelatihan dengan dukungan anggaran dari kementerian. Setelah pelatihan dan uji kompetensi, mereka disiapkan untuk bekerja, termasuk ke luar negeri melalui jalur resmi,” jelas Yaya.
Ia menyebutkan, tingkat keberhasilan program PKK sangat tinggi. Sekitar 92 persen peserta berhasil mendapatkan pekerjaan baik di dalam maupun luar negeri.
“Hari ini kita melepas 100 peserta, kemudian tanggal 20 Mei nanti akan dilepas lagi sekitar 3.500 peserta untuk bekerja ke luar negeri. Tahun lalu ada sekitar 1.685 orang, dan hingga April tahun ini total sudah sekitar 6.000 orang diberangkatkan,” ungkapnya.
Direktur Institut Abdi Bangsa, Aji Syamsurizal menambahkan, penempatan tenaga kerja saat ini didominasi ke kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur, termasuk sektor kapal pesiar.
“Negara-negara Eropa Timur saat ini cukup banyak membutuhkan pekerja migran asal Indonesia karena dikenal memiliki etos kerja yang baik,” tandasnya.(*)
| Sekolah MAUNG Jabar 2026/2027: Khusus Wargi Priangan! Begini Cara Daftar dan Kriteria Siswanya |
|
|---|
| 8 Sekolah yang akan Bertrasnformasi Jadi Sekolah Maung se-Jabar di Priangan |
|
|---|
| IMI Kota Bandung Minta Perhatian dari Pemerintah Untuk Kemajuan Olahraga Bermotor |
|
|---|
| Ini Kriteria Sekolah yang Akan Bertransformasi Jadi Sekolah Maung se-Jabar, Priangan Ada 8 Lokasi |
|
|---|
| Calon Siswa Sekolah Maung Jabar 2026 Harus Memenuhi Kriteria Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/laucnhingchingcingdplk.jpg)