Penculikan Anak di Garut
Ini Sosok dan Tampang Penculik Keponakan Pesinetron Dunia Terbalik di Garut
Ini Sosok dan Tampang Penculik Keponakan Pesinetron Dunia Terbalik di Garut
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - R alias Ridwan (21) tersangka penculikan anak di Garut kini harus menerima pil pahit atas perbuatan melawan hukumnya.
Dia ditangkap lantaran membawa kabur keponakan Kang Ocid (45) alias Dudung, pemain sinetron Dunia Terbalik.
Aksi nekatnya itu dia lakukan pada 10 April 2023 di Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Baca juga: Penculik Anak di Garut Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara
Kala itu R baru saja berkenalan dengan Kang Ocid di Alun-alun Garut. Mereka berdua kemudian kembali ke kediaman korban yang berlokasi di Limbangan.
R diketahui sempat bermain bersama korban sebelum membawa kabur korban.
Saat keluarga lengah, R akhirnya membawa korban ke kawasan Selatan Kabupaten Garut menggunakan angkutan umum.
Baca juga: Babi Hutan Minta Bakso Bikin Panik Jadi Viral di Garut
Tersangka membawa kabur korban ke kediamannya di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.
"Tersangka ini merupakan buruh harian lepas, berkenalan dengan keluarga korban hingga akhirnya membawa keponakan saudara Ocid tanpa seizin keluarga," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Kamis (13/4/2023).
Atas perbuatannya itu tersangka R dijerat dengan Pasal 76F Jo Pasal 83 UU. RI. No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU. NO. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran Tahun 2023, Polres Garut Kebut Perbaikan Ruas Jalan yang Rusak
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan langkah penyidikan lanjutan terkait kasus tersebut.
"Kita masih masih melakukan penyidikan lebih dalam soal ini," ucap AKBP Rio.
Kang Ocid alias Dudung mengatakan, dia sempat merasa ada yang tidak wajar sejak awal bertemu dengan tersangka.
Baca juga: Profesi Sang Penculik di Garut Ternyata Ini, Polisi Masih Dalami Motifnya
Hal tersebut lantaran perilaku tersangka terhadap keponakannya itu dinilai tidak wajar.
"Pas pertama ketemu, eh kok cium-cium keponakan saya sampe berkali-kali. Tapi dulu saya tidak mau sudzon ya," ujarnya.
Dia mendapatkan pelajaran dari kejadian ini, salah satunya untuk tidak percaya begitu saja terhadap orang yang baru dikenal.
Baca juga: Kondisi Anak yang Diduga Diculik di Garut Alami Sedikit Trauma
Menurutnya kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.
"Saya berharap tersangka ini bisa hidup lebih baik, saya juga bukan manusia sempurna, banyak salahnya," ujar Kang Ocid. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/penculik-anak-yeuh.jpg)