Kamis, 16 April 2026

Nisfu Syaban

Amalkan Puasa Sunah di Bulan Syaban, Agar Mendapat Berkah dan Ampunan Illahi

Brrikut ini dia salah satu amalan yang bisa dilakukan di bulan Syaban yaitu menjalankan ibadah Puasa Sunah di Bulan Syaban

(Shutterstock)
Ilustrasi minum air putih saat berbuka puasa 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Tribuners, tak terasa kita sudah memasuki bulan Syaban 1444 Hijriah.

Berbicara juga tentang bulan Syaban, merupakan bulan yang mulia bagi seluruh umat muslim.

Pasalnya, bulan yang jatuh di antara bulan Rajab dan Ramadan ini menjadi kesempatan bagi semua umat muslim untuk mendapatkan ampunan seluas-luasnya dan terbukanya pintu rahmat dari Allah SWT.

Dalam sejarah Islam, tentu banyak peristiwa besar yang terjadi pada bulan Syaban.

Baca juga: Yuk, Segera Amalkan, Hikmah Bulan Syaban Beserta Bacaan Doa Ini yang Dapat Dilakukan

Seperti, peristiwa pemindahan arah kiblat dari Masjidil Aqsa menuju Kabah, serta waktu diangkatnya catatan amal manusia.

Dengan beberapa peristiwa besar ini tidak heran jika bulan Syaban disebut sebagai bulan yang penuh rahmat.

Tentunya, di bulan Syaban ini kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunah, salah satunya dengan menjalankan puasa Syaban.

Amalan ini tentu dapat meningkatkan pahala dan keimanan bagi siapa saja yang menjalankan.

Seperti ibadah puasa pada umumnya, dalam menjalankan ibadah puasa Syaban, kamu perlu membaca niat puasa Syaban sebagai salah satu rukun pelaksanaannya.

Selain itu, kamu juga perlu memahami bagaimana hukum aturan pelaksanaan puasa Syaban yang benar dan sesuai dengan syariat.

Meskipun termasuk ibadah sunah, namun amalan ini dapat mendatangkan kebaikan dari Allah SWT.

Baca juga: Perbanyak Amalan Membaca Al-Quran di Bulan Syaban Guna Meraih Cinta dan Kasih Sayang Illahi

Hukum puasa tersebut adalah sunah berdasarkan sejumlah hadits shahih dari Nabi Muhammad SAW, di antaranya adalah dua hadits berikut:

 

   عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ)

Artinya: Diriwayatkan dari ‘Aisyah RA, ia berkata: Rasulullah SAW sering berpuasa sehingga kami katakan: Beliau tidak berbuka. Beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: Beliau tidak berpuasa; aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban. (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved