Kecamatan Ini di Pangandaran yang Memiliki Angka Pernikahan Paling Tinggi

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Drs H Romli mengatakan, jumlah pernikahan selama tahun 2022

Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/padna
Drs. H. Romli Kepala KUA Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Drs H Romli mengatakan, jumlah pernikahan selama tahun 2022 di Kecamatan Padaherang seluruhnya ada 649 pasang.

Angka 649 pasang tersebut, dinilai lebih tinggi dari KUA di Kecamatan lain di Kabupaten Pangandaran.

"Karena, KUA Kecamatan Padaherang masuk ke tipologi B. Kenapa masuk tipologi B? Karena, dalam satu bulan itu dirata-ratakan ada 50 pasang pengantin yang menikah. Kalau topologi C, itu masih dibawah 50," ujar Romli di ruangan kantornya, Kamis (19/1/2023).

Makanya, kata Ia, di Kabupaten Pangandaran untuk KUA Kecamatan Padaherang itu paling tertinggi.

"Sebab, yang masuk tipologi B di Kabupaten Pangandaran hanya KUA Kecamatan Padaherang," katanya.

Baca juga: Pemuda di Pangandaran Brondong Pertanyaan untuk Kades Soal Temuan yang Belum Selesai

Sementara, dari 649 pasang warga yang melakukan pernikahan dibawah umur itu sejumlah 35 pasang.

Alasannya, pertama, karena diakibatkan dari pergaulan bebas dan kedua berkaitan dengan klenik.

"Klenik itu, adalah kepercayaan orang tua terhadap sesuatu hal. Makanya, kalau misalkan tidak dinikahkan ini akan berakibat apa gitu," ucap Ia.

"Makanya, walaupun kurang umurnya, kita upayakan untuk menikah. Tapi, tentu melalui prosedur yakni melalui persidangan agama yang nanti mendapatkan dispensasi dari pengadilan agama," katanya.

Artinya, ucap Ia, setiap orang yang menikah dibawah umur atau dibawah umur 19 tahun menurut undang-undang nomor 1 tahun 74 bukan berarti tidak bisa nikah tapi harus melalui prosedur yaitu melalui sidang dispensasi di pengadilan agama.

Baca juga: Rumah Karli di Pangandaran Nyaris Ludes Terbakar usai Ditinggal Pergi ke Sawah

Sementara untuk pernikahan di tahun 2023 ini, Ia memprediksi akan lebih meningkat daripada di tahun 2022.

"Tapi, sepertinya enggak signifikan paling antara 1 sampai 5 persen. Kalau kemarin (tahun 2022) imbas dari Pandemi Covid-19, jadi sekian tahun tidak ada pernikahan atau jarang makanya, ramainya kemarin tahun 2022," kata Romli.

Tahun 2023 sekarang ini, kata Ia, sepertinya banyak yang menikah namun tidak akan terlalu banyak. 

"Paling, sekitar 1 sampai 5 persen. Karena, jumlah penduduk di Kecamatan Padaherang itu sekitar 70 ribu. Jika, diambil 1 persen saja berarti dalam 1 tahun sudah sekitar 700'an," ujarnya.(*)

 

Sumber: Tribun Priangan
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved