Jumat, 24 April 2026

Permainan Lato Lato

Antisipasi Bahaya Lato-Lato, Disdik Garut Sarankan Siswa Main Permainan Tradisional

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ade Manadin mengimbau semua pihak untuk terus mengingatkan bahaya dari permainan lato-lato di sekolah

(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
Lato-lato merupakan permainan dua buah bola berat diikat tali yang cara bermainnya dengan dibenturkan dan dikendalikan cincin dibagian atasnya sehingga menimbulkan suara nyaring dan khas 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Tribuners, dengan maraknya trend bermain lato-lato, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengeluarkan surat imbauan resmi yang ditujukan kepada Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan, Pengawas TK, SD, SMP, Penilik serta Kepala Sekolah jenjang TK, SD, SMP di Garut terkait maraknya permainan lato-lato (nok nok).

Dalam surat imbauan bernomor DK 04.01/48-disdik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Ade Manadin mengimbau semua pihak untuk terus mengingatkan bahaya dari permainan lato-lato dan sejenisnya di lingkungan satuan pendidikan (sekolah).

Selain itu, Dinas Pendidikan juga mengimbau setiap satuan pendidikan agar bisa mengalihkan aktivitas permainan lato-lato ke permainan tradisional sebagaimana yang telah disampaikan dalam surat edaran Kadisdik sebelumnya.

Baca juga: Bocah Perempuan di Sukabumi Alami Bibir Sobek Karena Main Lato-Lato, Ketua DPRD Ingatkan Hal Ini

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin membenarkan pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan terkait maraknya permainan lato-lato dan sejenisnya untuk mengantisipasi ancaman bahayanya.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Suryana membenarkan surat imbauan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut tetsebut.

"Iya, baru kemarin dikeluarkan suratnya," tuturnya.

Baca juga: Keasikan Bermain Lato-Lato hingga Terlepas, Bocah di Cirebon Pecahkan TV dan Kaca Jendela

Menurut Suryana, surat imbauan tersebut bukan melarang anak bermain lato-lato.

Namun mengingatkan bahaya yang bisa muncul dari permainan tersebut, terutama di lingkungan sekolah.

"Kan sudah ada contohnya anak-anak yang terdampak, makanya kita ingatkan, jadi bukan melarang," katanya.

Baca juga: Dinilai Ada Manfaat, Murid SD di Cimahi Tak Dilarang Membawa Lato-Lato ke Sekolah

Menurut Suryana, bukan hanya mengingatkan soal bahaya permainan lato-lato, surat imbauan tersebut juga mengingatkan kepada semua pihak bahaya permainan sejenisnya.

"Makanya kita menyarankan untuk diarahkan pada permainan tradisional," katanya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved