Kericuhan Soal Penutupan Warung Remang-remang dengan Warga Selesai, Ini Kata Bupati Pangandaran

Kericuhan Soal Penutupan Warung Remang-remang dengan Warga Selesai, Ini Kata Bupati Pangandaran

Istimewa dok Humas Setda kabupaten Pangandaran
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat diwawancara wartawan. Pada HUT ke-10 Pangandaran, 25 Oktober 2022, Bupati Jeje Wiradinata memohon maaf kepada masyarakat. 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyampaikan, kericuhan terkait segel penutupan warung remang-remang yang disobek oleh satu warga (Ujang Bendo) sudah dianggap selesai.

"Saya juga menyadari, demikian bapak Kapolres juga bahwa kebijakan dan ketertiban menjadi tanggung jawab saya," ujar Jeje di depan rumah kediamannya di Pangandaran, Senin (2/1/2023) malam.

UB (Ujang Bendo) juga menyadari, kata Jeje, bahwa tindakan dia menyobek segel penutupan warung remang-remang tersebut salah.

Baca juga: Kericuhan Antara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dengan Satu Warga Berakhir Islah

"UB juga meminta maaf dan mencabut perkara," katanya.

Walau sempat terjadi kericuhan, Bupati tetap berprinsip akan melakukan penutupan lokalisasi atau warung remang-remang.

"Kalau besok akan lebih keras lagi. Jika kemarin memakai segel sticker, hari esok mungkin menggunakan palang kayu, karena kita serius untuk tindakan itu," ucapnya.

Baca juga: Laka Laut di Pangandaran Libur Nataru Kali Ini Tercatat Sedikit Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Dia berjanji kepada alim ulama untuk menggunakan bantuannya dalam pelaksanaan penutupan.

Janji ini akan coba dia praktikkan pada Kamis (5/1/2023) nanti.

"Jadi, itu semua atas dasar kepentingan yang lebih besar," kata Jeje.

Baca juga: Akibat Keram Perut, Seorang Wisatawan di Pangandaran Terkapar hingga Dibawa ke Rumah Sakit

Menurut Jeje, urusan penutupan warung remang-remang sudah menjadi tugas tanggung jawab Bupati Pangandaran.

"Kecuali, jika memang Bupati tersebut tidak sanggup. Kalau saya marah - marah, memang saya tidak mungkin menggunakan pola Arjuna (karakter wayang). Saya harus menggunakan pola Gatot Kaca atau Bima," ucapnya.

Baca juga: Wisata Edukasi Aquarium Indonesia Pangandaran Bisa Jadi Pilihan Destinasi Liburan Akhir Tahun

"Saya kira sudah clear, dan mereka (Ujang Bendo) juga sudah minta maaf serta mencabut perkara."

Tapi, hal paling prinsip mengenai pemberhentian kegiatan - kegiatan yang dianggap munkar dan maksiat, tetap dilakukannya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved