Kolaborasi Belasan Seniman Desa Cinunuk dan Mahasiswa Program Modul Nusantara Sukses Pecahkan Rekor

Kolaborasi Belasan Seniman Desa Cinunuk dan Mahasiswa se-Indonesia Sukses Pecahkan Rekor

Istimewa
12 seniman dan budayawan Desa Cinunuk dan 18 mahasiswa yang mengikuti program Modul Nusantara, sukses memecahkan Original Rekor Indonesia (ORI), setelah menampilkan 12 seni budaya unggulan Desa Cinunuk dan 18 kesenian nusantara, Minggu (18/12/2022). 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Sebanyak 12 seniman dan budayawan asli Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, bersama 18 mahasiswa sukses mencatatkan namanya pada Original Rekor Indonesia (ORI).

Seniman dan mahasiswa yang mengikuti program Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka Belajar Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi itu, berkolaborasi dalam kesenian budaya menggunakan pakaian adat serta menampilkan tarian dan kesenian asal daerahnya masing-masing selama 20 menit 22 detik.

12 seni budaya unggulan Desa Wisata Budaya Cinunuk antara lain Silat Wira Pusaka, Benjang Ciborelang, Rampak Jaipong Bayu Suta, Wayang Golek Dalang Cilik Gilang Maulana, Wayang Golek Ki Dalang Anom Didin Suhendar DM, Dogdog Margarahayu, Reak Juarta Putra, Kampung Polybag Cibolerang, Kecapi Rahmat Kurnia, Pantun Jenaka Aki Ita, Seni Rajawali Lugay Pusaka Pajajaran, dan Angklung Mitra Sehati.

Baca juga: Tetep Abdulatip Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Kepada Mahasiswa, Ini yang Diharapkannya

Sementara 18 kesenian adat nusantara yang ditampilkan mahasiswa Modul Nusantara yaitu Tari Adat  Minang, Tari Adat Mandailing, Tari Adat Toraja, Tari Adat Melayu-Deli, Tari Adat Batak-Toba, Tari Adat Makasar, Tari Adat Lampung Papadun, Tari Adat Kaili, Tari Adat Saman-Aceh, Tari Adat Holmin Papua,Tari Adat Melayu-Riau, Tari Adat Batak-Karo, Tari Adat Dayak, Tari Adat Bugis, Tari Adat Mandar, Tari Adat Melayu-Jambi, Tari Adat Bugis-Bodo, dan Tari Adat Toraja-Dalam.

Kegiatan pemecahan rekor ini tak lepas dari peran Pemuda Kolaborasi Desa Cinunuk yang menggagas rangkaian kegiatan "Tah Ieu Budaya".

Penggagas kegiatan "Tah Ieu Budaya" yang juga Pembina Pemuda Kolaborasi Desa dan merupakan Bhabinkamtibnas Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi, bersyukur atas kerja keras menyatukan seniman-seniman dan budayawan Desa Cinunuk dapat membuahkan hasil.

Baca juga: Mahasiswa Asing Tertarik Seni Kriya Sunda Pada Program Bridge Exploration of Sundanese Culture 2022

"Alhamdulillah berjalan lancar. Terima kasih banyak kepada seniman dan budayawan yang antusias tampil tanpa dibayar karena sangat mencintai budaya. Juga untuk teman-teman Pemuda Kolaborasi Desa Cinunuk cukup luar biasa. Mereka tidak paham budaya, seni dan tidak masuk dalam grup kesenian, tapi punya visi misi sama mencintai seni budaya asli Desa Cinunuk," ujar Heri.

Heri mengatakan, rekor ini akan menjadi momentum kebangkitan seni dan budaya asli Desa Cinunuk agar bisa dikenal lagi ke seluruh penjuru Indonesia.

"Ini jadi momentum kebangkitan yang luar biasa untuk seni budaya Desa Cinunuk karena Desa Cinunuk kaya akan seni budaya dan banyak pelaku seni legendaris," katanya.

Pembina Pemuda Kolaborasi Desa dan merupakan Bhabinkamtibnas Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi (kanan), mendapatkan piagam Original Rekor Indonesia (ORI) usai sukses menggelar
Pembina Pemuda Kolaborasi Desa dan merupakan Bhabinkamtibnas Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi (kanan), mendapatkan piagam Original Rekor Indonesia (ORI) usai sukses menggelar "Tah Ieu Budaya" hasil kolaborasi antara 12 seniman dan 18 pertukaran mahasiswa dalam program Modul Nusantara, Minggu (18/12/2022). (Istimewa)

Selain kebangkitan seni dan budaya Desa Cinunuk, terciptanya, menurut Heri, rekor ini juga menjadi momentum bersatunya pelaku seni dan budaya asli Desa Cinunuk.

"Seniman, budayawan, punya ego masing-masing, tapi begitu nabeuh (tampil) bareng mereka bisa bersatu. Alhamdulillah mereka bisa bersatu dengan pendekatan pemuda," ucapnya.

Baca juga: Tinggalkan Kuliah Demi Membantu Korban Gempa Cianjur, Mahasiswa Unpak Bagikan Cerita Haru

Pada kesempatan yang sama, Camat Cileunyi, Agus Rizal menambahkan, pihaknya bangga terhadap masyarakat pelaku seni budaya di wilayahnya berhasil mencatatkan namanya dalam rekor ORI.

"Alhamdulillah kita lihat bersama kegiatan berjalan sukses hingga mendapatkan penghargaan ORI. Ini sangat baik untuk memotivasi desa-desa lain di Kecamatan Cileunyi supaya setidaknya bisa membangkitkan semangat budayawan dan seniman di Kecamatan Cileunyi," ujar Agus. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved