Erupsi Gunung Semeru

Update Erupsi Gunung Semeru, 9 Letusan hingga Pergerakan Lahar Dingin Mengarah Ke Tempusari

Erupsi Gunung Semeru, Lahar Dingin Mengarah ke Tempursari hingga Ada 9 Letusan dan 5 Dentuman

(KOMPAS.com/Miftahul Huda)
Penampakan asap yang muncul dari tumpukan material sisa APG Semeru, Senin (5/12/2022) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Lahar dingin dari Erupsi Gunung Semeru dilaporkan telah membentuk aliran dan tengah menerjang wilayah Jugosari, Kecamatan Candipuro, dan Kecamatan Tempursari yang berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Aliran lahar dingin juga dilaporkan telah menimbun pada beberapa fasilitas umum terutama jembatan di sejumlah wilayah.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq meminta kepada jajarannya mewaspadai terjangan aliran lahar dingin Erupsi Gunung Semeru.

"Ada laporan arus lahar dingin mengarah ke Tempursari, perbatasan Lumajang-Kabupaten Malang. Tahun lalu tidak, tapi tahun ini mengarah ke sana. Lahar dingin masih harus diwaspadai setelah terjadi semburan awan panas. Apalagi saat ini intensitas hujan sedang tinggi," kata Thoriqul Haq dikutip dari TribunJatim.com, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Mengetahui Lokasi, Sejarah Letusan, Mitos, dan Jalur Pendakian di Gunung Semeru yang Sedang Erupsi

Pihaknya akan segera melakukan normalisasi di wilayah yang terdampak lahar dingin tersebut.

"Jembatan di daerah sana masih aman, tapi tertumpuk material lahan. Nanti akan segera di realisasi," ungkapnya.

Selain itu, Cak Thoriq juga akan melakukan normalisasi di wilayah paling terdampak awan panas Gunung Semeru seperti di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Baca juga: Mengulik Kisah Mengharukan Seorang Ibu yang Selamatkan Kedua Anaknya saat Erupsi Semeru

"Pembersihan material awan panas akan mulai dilakukan juga di Kajar Kuning. Namun melihat kondisi yang ada, karena masih panas. Kemarin saja masih ada letusan Gunung Semeru," ujarnya.

Aktivitas Gunung Semeru

Menurut pantauan, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Selasa (6/12/2022), tepat pukul 05.02 WIB dengan mengeluarkan kolok abu setinggi 400 meter di atas puncak Semeru.

Pos Pantau Gunung Api Semeru di Gunung Sawur mencatat ada sembilan kali letusan selama periode pengamatan pada Selasa (6/12/2022) pukul 00.00-06.00 WIB.

Letusan tersebut mengeluarkan asap berwarna putih kelabu setinggi 300-500 meter di atas puncak mengarah ke Barat Laut, Barat Daya, Utara, dan Selatan.

Secara kegempaan, seismograf mendeteksi telah terjadi gempa letusan sebanyak 22 kali dengan amplitudo 10-23 mm, serts gempa guguran dengan amplitudo 3-12 mm terjadi lima kali dan gempa vulkanik dalam empat kali terjadi.

Untuk diketahui, gempa vulkanik bersumber dari bawah gunung api pada kedalaman 1-20 kilometer, yang menyebapkan  adanya magma yang naik ke permukaan dengan disertai rekahan-rekahan.

Baca juga: Viral Video Pria Tak Mau Dievakuasi Saat Semeru Erupsi, Bupati Lumajang Buka Suara

Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru Mukdas Sofian mengatakan, sampai saat ini, status Gunung Semeru masih tetap di level IV (Awas).

Sofian mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 17 km dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 19 kilometer dari puncak," tulis Sofian dalam laporan berkala PVMBG. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved