Minggu, 26 April 2026

Erupsi Gunung Semeru

UPDATE Aktivitas Terbaru Gunung Semeru, Luncuran APG 6 Km dan Warga Evakuasi Ternak

UPDATE Erupsi Gunung Semeru, Luncuran Awan Panas Guguran 6 Km dan Beberapa Warga yang Nekad Kembali untuk Evakuasi Ternak

Kompas.com
Penampakan asap yang muncul dari tumpukan material sisa APG Semeru, Senin (5/12/2022)(KOMPAS.com/Miftahul Huda) 

TRIBUNPRIANGAN.COM - Gunung Semeru terus menunjukan aktivitas barunya. Petugas Pos Pantau Gunung Api Semeru di Gunung Sawur melaporkan adanya luncuran awan panas guguran (APG) dari puncak pada Senin (5/12/2022) pukul 11.36 Wib.

Jarak luncuran APG sekitar 6 kilometer ke arah sektor selatan dan tenggara Gunung Semeru. Sementara itu, kondisi di sekitar lereng sedang diguyur hujan deras, hal ini berpotensi memicu banjir lahar di aliran sungai.

Hal itu diperkuat dengan pantauan dari seismograf bahwa terjadi banjir lahar dengan amplitudo maksimal (amak) 24 mm.

Baca juga: Ketika Media Asing Ikut Memberitakan Erupsi Gunung Semeru

"Informasi dari pos pantau tadi ada APG dengan jarak luncur 6 kilometer, sekarang sedang hujan tentu akan ada banjir lahar, warga diminta segera mengamankan diri," kata Kepala BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi.

Di sampimg itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga di sekitar lereng Gunung Semeru untuk waspada saat berkendara.

Pasalnya, abu vulkanik yang diguyur hujan berpotensi menyebabkan longsor hingga kondisi jalan licin.

Hal itu diungkapkan Peneliti Bumi Madya PVMBG Agus Budianto saat diskusi bertajuk 'Informasi Kebencanaan Geologi dan Perizinan Air Tanah' yang dipantau melalui akun Instagram Badan Geologi di Jakarta, Senin.

"Abu itu bisa menjadi pelicin kalau terkena air hujan," ujarnya.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter, Berikut Sejarah Letusan Gunung Semeru

Korban Luka-luka

Sementara itu, dari data sementara BPBD Lumajang, Patria mengatakan, beberapa warga korban luka bukan karena APG.

Namun, karena terburu-buru saat menyelamatkan diri hingga akhrinya membuatnya terjatuh.

"Ada beberapa yang mengalami luka sudah dapat perawatan, tapi bukan karena APG, mereka terburu-buru menyelamatkan diri dan terjatuh, kalau korban jiwa belum ada dan mudah-mudahan tidak ada," pungkasnya.

Baca juga: Mengulik Kisah Mengharukan Seorang Ibu yang Selamatkan Kedua Anaknya saat Erupsi Semeru

Evakuasi Ternak 

Selain itu, warga di Desa Sumberwuluh yang masih zona merah mulai mengevakuasi hewan ternak mereka.

"Hari ini masyarakat mulai mengevakuasi hewan ternak dibantu petugas di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, sedangkan di Kampung Renteng relatif aman," kata Sekretaris Desa Sumberwuluh Samsul Arif di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Menurutnya evakuasi hewan ternak menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana karena merupakan aset berharga bagi masyarakat, sehingga perlu diselamatkan.

"Dusun Kajar Kuning menjadi daerah terparah terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru dan evakuasi hewan ternak tidak bisa dilakukan pada hari pertama karena kondisi medan yang masih rawan," tuturnya.(*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved