Gempa Bumi Cianjur
Kehangatan dan Kekeluargaan Terjalin Antar Warga Kampung Pasir Ipis, Meski Rumah Hancur Akibat Gempa
Kehangatan dan Kekeluargaan Terjalin Antar Warga Kampung Pasir Ipis, Meski Rumah Hancur Akibat Gempa
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Gelar Aldi Sugiara
Laporan wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIANJUR - Gempa bumi yang meluluhlantakkan Cianjur Senin (21/11/2022) lalu secara tidak langsung membuat warga trauma.
Perasaan trauma itu dialami langsung oleh Nunun (23), korban gempa Cianjur, warga Kampung Pasir Ipis, yang hingga kini masih sering merasakan ketakutan.
Kendati demikian, Nunun dan 50 orang lainnya di posko pengungsian merasakan kehangatan dan kekeluargaan yang sangat erat.
Posko tersebut didirikan di tengan-tengah perkebunan tomat milik warga Pasir Ipis.
Baca juga: Kesaksian Jurnalis yang Terjebak di Cipanas, Lewati Pusat Gempa Cugenang Bak Adegan Film 2012
Mereka saling bahu membahu untuk meringankan beban masing-masing, mulai dari memasak, mencuci juga patungan dalam membeli lauk pauk untuk makan.
"Kalo lauknya kita beli dari warung, biasanya patungan sama yang lain," kata Nunun pada TribunPriangan.com, Minggu (27/11/2022).
Suasana di dalam tenda juga terasa hangat diwarnai canda tawa, juga riuhnya anak-anak yang sedang bermain.
Badai pasti berlalu, itulah salah satu kalimat yang diutarakan Nunun saat ditanya perihal perasaannya saat ini.
Baca juga: Korban Gempa Kekurangan Air Bersih, PDAM Targetkan Pipa Rusak Diperbaiki dan Beres 4 Hari ke Depan
"Nanti juga berlalu, kita sabar saja kalau rezeki tidak akan ke mana bantuan sejauh apapun pasti akan sampai ke sini," jelas Nunun.
Saat ditemui TribunPriangan, Nunun dan ibu-ibu lainnya sedang memasak mempersiapkan untuk makan siang.
Dia juga mengatakan, untuk makan tiga kali dalam sehari bisa menghabiskan beras 15 liter.
Baca juga: Gempa Cianjur Sebabkan Warung Sate Shinta Berdampak Parah, Sebelumnya Rombongan Bupati Melintasi
"Alhamdulillah beberapa bantuan sudah sampai, tapi kita masih kekurangan selimut, baju, dan obat-obatan," kata Nunun.
Dia berharap kejadian ini bisa menjadi hikmah untuk ke depannya.
"Kalau bisa mah pemerintah kasih bantuan berupa uang tunai, kami butuh sekali itu," ungkap Nunun sambil tertawa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Warga-Kampung-Pasir-Ipis.jpg)