Belajar Makna Kesetiaan dari Anjing Hachiko, Jadi Simbol Hewan Setia di Jepang
Hujan ringan membasahi pusat kota Shibuya, Tokyo, Minggu (13/11/2022) sore. Tak terkecuali patung Hachiko
Laporan Kontributor TribunPriangan.com dari Jepang, Kiki Andriana dari Shibuya
TRIBUNPRIANGAN.COM - Hujan ringan membasahi pusat kota Shibuya, Tokyo, Minggu (13/11/2022) sore. Tak terkecuali patung Hachiko, anjing ras Akita Inu yang berada di sekitar stasiun kereta api Shibuya, turut basah.
Tiga hari lalu, tanggal 10 November adalah hari ulang tahun Hachiko. Anjing yang lahir tahun 1923 di Prefektur Akita itu ditemukan mati pada tahun 1935 di Shibuya dalam penantian terhadap kedatangan tuannya.
Sore, di sekitar patung berbahan perunggu buatan tahun 1948 itu banyak orang berfoto. Orang-orang silih berganti berfoto di dekat patung itu. Ada yang menjadikannya latar atau berdiri sejajar dengan patung itu.
"Alhamdulillah bisa datang ke tempat di mana patung Hachiko berada," kata Decky Hernawan, warga Sumedang, Jawa Barat, Indonesia yang sedang berkunjung ke Jepang.
Baca juga: Penghuni Rumah di Sumedang Nyaris Tewas Terpanggang
Dia mengaku kenal dengan kisah Hachiko. Namun, selama ini dia hanya mendapatkan kisahnya dari televisi atau internet.
"Selama ini hanya mendengar kisahnya, tapi kini bisa berkesempatan langsung datang ke Shibuya dan berfoto di dekat patung Hachiko," katanya.
Pada bulan kelahiran Hachiko, orang-orang mengabadikan potret diri di dekat simbol kesetiaan itu.
Ya, kisah kesetiaan Hachiko menunggu tuannya, Hidesaburo Ueno, seorang Profesor di Universitas Tokyo memang menjadi kisah yang dikenal dunia.
Anjing yang diurus Ueno saat berusia setahun pada 1924, setiap hari menunggu tuannya itu pulang mengajar dan turun di stasiun kereta api Shibuya.
Baca juga: Jadwal SIM Keliling Sumedang Hari Ini di Kecamatan Jatinangor
Setelah Ueno wafat, selama 9 tahun 9 bulan 15 hari, Hachiko tetap menunggu kepulangan Ueno di stasiun.
Live Japan memberikan predikat kepada Hachiko sebagai Japan's Most Faithful Dog atau anjing Jepang paling setia.
Dikutip darinya, bahwa kisah kesetiaan Hachiko ini pertama kali ditulis oleh murid Ueno, Hirokichi Saito pada 1932 lewat sebuah artikel di Asahi Shimbun.
Dia yang penasaran dengan cerita dari mulut ke mulut tentang anjing itu kemudian mengamati tingkahnya dan menulis tentang anjing ras Akita yang ketika itu hanya tersisa 30 ekor, di mana Hachiko satu di antaranya.
Kisah Hachiko ini dituturkan turun temurun, bahkan telah menjadi inspirasi penulisan buku dan pembuatan film kelas Holywood.(*)
Baca juga: Cuaca Kabupaten Sumedang Hari Ini, Hujan Lebat Turun Siang Hari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/hachiko.jpg)